Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu menggelar klarifikasi outlook framework pengembangan ekonomi bengkulu secara virtual bersama insan pers.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Joni Marsius mengatakan dalam paparan perkembangan ekonomi bengkulu pihaknya menggunakan hasil dari survei penilaian integritas (SPI) yang diterbitkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
“Salah satu asesmen growth diagnostic perekonomian Provinsi Bengkulu perlu didukung inovasi tata kelola pemerintahan dalam pengembangan ekonomi dan investasi. Berdasarkan laporan SPI yang kami bisa dapatkan itu terakhir dipublikasi di tahun 2018, SPI 2017 yang kebetulan menunjukkan tingginya indikator gratifikasi dan lemahnya aspek pelayanan masyarakat. Itu data yang bisa kami dapatkan secara open source, kami tidak bisa dapatkan data yang lebih muda daripada itu,” jelas Joni, di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Kamis (07/04) sore.
Ternyata, kata Joni, untuk data terbaru perkembangan indeks survei penilaian integritas (SPI) Kota Bengkulu di tahun 2019 dan 2021 pihaknya telah memilikinya.

“Pemerintah Kota Bengkulu sudah banyak sekali melakukan perbaikan di sektor indeks tata kelola pemerintahan, indeks kepuasan masyarakat, sehingga data terakhir yang kami terima SPI menunjukkan sudah naik. Jadi, berdasarkan laporan SPI ditahun 2021 peningkatan capaian Pemerintah Kota Bengkulu tercatat sebesar 72,37 persen diatas level nasional yaitu 70,98 persen, artinya perbaikan yang dilakukan sejak tahun 2017 sebesar 58,58 persen sampai tahun 2021 meningkat tajam,” tambahnya.
Adapun perbaikan tata kelola Pemerinta Kota Bengkulu yang dinilai KPK antara lain melakukan digitalisasi administrasi pemerintahan berupa aplikasi E-SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) dan digitalisasi pelayanan publik berupa SLAWE (Sistem Layanan Administrasi Warga Elektronik).
Selain itu, Pemerintah Kota Bengkulu telah melaksanakan beberapa program unggulan antara lain pembangunan rumah sakit harapan dan doa, 1000 jalan mulus, dan program bengkulu BISA (Bersih, Sehat, Indah dan Aman).
“Ini semua ikut berkontribusi memperbaiki indeks SPI nya, namun demikian mengingat inovasi perubahan tata kelola pemerintahan ini diharapkan mampu mendorong tingkat perekonomian khususnya akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi ke Bengkulu. Kita juga mengapresiasi bahwa pemerintah kota dari tahun 2017 sampai 2021 sudah pesat sekali melakukan perbaikan tata kelola pemerintahannya,” demikian Joni Marsius. (BM)




Tinggalkan Balasan