Kutacane, Berita Merdeka Online –– Polres Aceh Tenggara gelar konferensi pers terkait kasus kematian gajah Sumatra, ditemukan di pengunungan Senggelit Desa Bun-Bun Indah, Kecamatam Lauser, Selasa (31/05/2022) di ruangan Lobby Polres setempat.
Dalam acara konferensi pers itu dihadiri oleh Waka, Kompol Ihcsan Pradita, SE, dan didampingi Kasat Reskrim, AKP Suparwanto, SH, serta Kasi Humas Polres, Iptu Saniman, dan BKSDA Agara Suherman.
Waka Polres Agara Kompol Ihcsan Pradita,S.E, mengatakan Gajah Sumatra yang ditemukan mati di Pengunungan Singgelit, Desa Bun Bun Indah, karena tersengat kabel listrik bertegangan tinggi.
Jerat listrik itu dipasang dikebun warga kata Kompol Ihcsan Pradita, untuk mengusir hama babi dikebun jagung, dan ditemukan bangkai gajah oleh petugas BKSDA wilayah II Aceh 10 Mei 2022 lalu, tidak jauh dari kebun warga yang memasang jerat listrik tersebut, hanya berjarak dua meter.
Akibat perbuatan pemilik kebun itu membahayakan hewan yang dilindungi dan ditetapkan sebagai tersangka.
Sebut Kompol Ichsan, saat ditemukan bangkai gajah sudah ditanam dan terbungkus terpal plastik berwarna biru serta kondisi bangkai Gajah sudah mulai membusuk (Autolisis).
.
Selain itu, terdapat rongga atau bagian tubuh gajah yang harus melekat (Gading) tidak lagi melekat di tubuh gajah. berdasarkan keterangan ahli, gading itu hilang tidak dengan cara digergaji melainkan di cabut paksa.
“Gajah jantan itu diperkirakan berumur 10 Tahun, dan diperkirakan sudah delapan hari mati sebelum dilakukannya bedah bangkai,” ucap Kompol Ichsan.
Dalam proses penyelidikan pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi dan dari hasil pemeriksaan itu, sebanyak tiga orang diduga patut mempertanggungjawabkan perbuatanya.
Ketiga tersangka itu inisial S(57), B(21) dan B(45), ketiganya di kenakan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo pasal 40 ayat (2) undang undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam Jo pasal 55,56 dari KUHPidana, Maksimal 5 Tahun di penjara
“Selain tersangka diamakan, kami terus mengejar dan mencari gading yang hilang dari tubuh gajah tersebut”, pungkas Kompol Ihcsan. (HB)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan