Aceh Tenggara, Berita Merdeka Online – Sebanyak 11 ekor sapi di Aceh Tenggara (Agara) positif terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Balai Veteriner Medan.

” Hasil pemeriksaan Laboratorium yang kami terima dari Balai Veteriner Medan, Dari 11 sampel ekor sapi yang di uji lab, semuanya dinyatakan terdiagnosa positif PMK “,

Hal tersebut disampaikan Kadis Pertanian melalui Kepala Bidang Pertenakan dan Kesehatan, Khairil Anwar, Rabu (13/7/2022).

Dikatakan Khairil. setelah mendapatkan hasil tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan dan lock down di Kecamatan yang ternak sapinya tertular wabah PMK.

” Pihak kami akan melakukan pengawasan di Kecamatan sapi-sapi yang terlular wabah PMK”, kata Khairil.

Selain itu juga, pihak Dinas akan melakukan penutupan pasar hewan, sanitasi kandang ternak warga dan memberikan obat peningkat daya tahan tubuh untuk ternak sebagai upaya awal penanganan penyebaran wabah tersebut.

Selanjutnya, pos perbatasan Aceh -Sumut juga akan di perketat, tidak diperbolehkan masuk dan keluar kecuali dengan persyaratan tertentu, seperti, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Sedangkan pos perbatasan Aceh Tenggara-Gayo Lues, pihak Gayo Lues sudah memperketat penjagaan di perbatasan.

Disamping itu, Dinas Pertanian Aceh Tenggara meminta ke Dinas Pertenakan Aceh agar memberikan 2000 vaksin, untuk mencegah sapi yang belum tertular PMK.

” Untuk menyelamatkan sapi masyarakat yang belum tertular PMK, semoga pihak Propinsi memberikan vaksin tersebut”, tutup Khairil Anwar. (HB)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.