Jakarta – Spektakuler penampilan para penari Ratoh Jaroe pada Malam Apresiasi Seni dan Anugerah Terbaik Festival Tari Ratoh Jaroe Memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Aceh Tahun 2019 Tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, di Gedung Sapta Pedona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sabtu (26/10/2019)
Tarian Asal Provinsi Aceh yang telah mendunia ini, mengundang decak kagum penonton malam apresiasi itu. Rata-rata penampilan para finalis Tari Ratoh Jaroe piala bergilir Pemerintah Aceh 2019 ini mampu menampilkan gerak cepat yang tertata rapi, kompak dan indah.
Pada Malam Apresiasi Seni dan Anugerah Terbaik Festival Tari Ratoh Jaroe 2019, melahirkan group Tari Ratoh Jaroe terbaik berikut juara-juaranya:
Pemenang Festival Tarian Ratoh Jaroe tingkat SMP, yaitu juara I SMP Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi, juara II SMP Al Azhar 3 Bintaro, dan juara III SMPN 161 Jakarta. Lalu, juara harapan 1 SMP Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi, juara harapan II SMPN 12 Jakarta, dan juara harapan III SMPN 19 Jakarta. Sedangkan juara favorit SMP Islam Al Azhar BSD.
Sedangkan untuk tingkat SMA, juara I SMA 90 Jakarta, juara II SMAN 12 Tangerang Selatan, juara III SMAN 29 Jakarta. Harapan I SMAN 2 Tangerang, harapan II SMAN 11 Tangerang Selatan, harapan III SMA Nasima Semarang, dan juara favorit SMAN 4 Semarang
Asisten Deputi Kementerian Pariwisata RI Riza Pahlevi, mengatakan festival ini untuk melestarikan nilai-nilai tradisi di Aceh. Selain itu, festival ini bisa memberi peluang kepada siapa pun yang memiliki bakat menari.Tujuannya untuk melestarikan nilai-nilai tradisi, kemudian membahas tentang harga, orang-orang bisa menari.
Untuk itu Kementerian Pariwisata sangat mendukung keberadaan pergelaran acara tersebut. Hal yang terpenting adalah kegiatan ini akan dibahas di Aceh.
Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT mengatakan, Tari Ratoeh Jaroe merupakan salah satu seni tari dari Tanah Aceh yang sudah cukup mendunia. Pada pembukaan Asian Games di Jakarta tahun lalu, Tari Ratoh Jaroe ini sempat dipertontonkan dan mampu mengundang decak kagum banyak orang karena gerakan yang ditampilkan para penari nya sangat kompak, indah, rapi, cepat dan tertata dengan baik.
Dia menjelaskan, dua tari asal Aceh yang mendunia Saman dan Ratoh Jaroe memiliki kemiripan tapi, jika kita simak lebih dalam, ada beberapa perbedaan antara kedua tari itu, terutama dari sisi penarinya, syair dan musik pengiring. Jika Tari Saman hanya dimainkan penari laki-laki dalam jumlah ganjil, Tari Ratoh Jaroe dimainkan oleh penari perempuan dalam jumlah genap. Kalau Tari Saman sama sekali tidak menggunakan alat musik, Tari Ratoeh Jaroe diiringi musik rapa’i. Syair-syair pada Tari Raroeh Jaroe banyak mengandung pesan moral dan agama. “Dilihat dari tampilan juga ada beberapa perbedaan. Tari Ratoeh Jaroe bisa menampilkan aneka pakaian penari untuk menambah keindahan gerak. Sedangkan tari Saman konsisten pada keindahan gerak yang maskulin, dengan seragam tari yang sama,” ujarnya.
Sementara, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal S.STP, M.Si mengatakan, pagelaran Festival Tari Ratoh Jaroe telah dilaksanakan sejak 2007. Perjalanan Tarian Ratoh Jaroe tersebut telah masuk pada tahun ke-12. Festival Ratoh Jaroe tahun 2019 ini, katanya, punya tantangan tersendiri bagi pemerintah Aceh, khususnya Badan Pengubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta sebagai pelaksana kegiatan. Festival Tari ini telah meluas ke beberapa daerah lain seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya, Tarian Ratoh tersebut hanya berkembang di seputar Jabodetabek saja.
“Audisi Tari Ratoh Jaroe yang dilaksanakan Badan Penghubung Pemerintah Aceh tahun ini melibatkan ribuan peserta. Tercatat, ada 1.560 peserta yang berhasil didata oleh panitia dengan perhitungan satu grup terdapat 13 hingga 20 peserta. Namun, tidak semua peserta tersebut lolos pada tahap audisi awal hingga terpilih untuk ikut pada acara puncak malam ini,” ujar Almuniza. (zal)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan