BANGKA, BERITA MERDEKA Onine – “Jagoan Belinyu’ adalah gelar yang pantas untuk seorang “AYAK” koordinator tambang laut ilegal yang hingga saat ini tak tersentuh Aparat penegak hukum (APH).
Berdasarkan informasi melalui pesan Whatsapp dari sumber terpercaya inisial HR, Rabu (15/03/23) pukul 15.20 WIB, mengatakan bahwa ponton penambang ilegal diduga dikoordinir AY makiin bertambah sejak ramainya pemberitaan media massa BeritaMerdekaonline.com
Dari informasi sumber terpercaya ini juga, bahwa ada 5 lokasi tambang laut ilegal yang diduga dikoordinir AY yakni Pulau Punai, Batu Dinding, Muara Berok, Muara Kusam dan Batu Kerang.
5 lokasi tambang laut ilegal masih berada dikawasan Teluk Kelabat. Diketahui bahwa Teluk Kelabat masuk dalam dua wilayah yakni Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka Induk.
“Saya tadi lihat ponton penambang ilegal semakin bertambah sejak pak wartawan memberitakan lokasi mereka. “ujar Sumber terpercaya berinisial HR
Sumber HR ini tampak kebingungan, mengapa tidak adanya tindakan aparat penegak hukum (APH) terkait aktifitas tambang ilegal yang digarap oleh koordinir AY
“Ada 5 lokasi tambang laut ilegal yang diduga dipegang AY. Lokasi IUP PT Timah dan lokasi milik Pemerintah Daerah (Pemda) digarap mereka. Kami juga heran kenapa APH berdiam diri, padahal sah-sah lokasi itu ilegal.”sesal Warga Bangka ini.
Hingga berita ini dipublikasikan, AYak, Warga Belinyu yang diduga mengkoordinir tambang ilegal saat dikonfirmasi, Rabu (15/03/2023) pukul 15.40 WIB, malah memblokir nomor WhatsApp Tim Media BeritaMerdekaonline.com.
Terpisah, Kapolda Kep Babel Irjen Pol Drs, Yan Sultra,. S.H saat dikonfirmasi tim Beritamerdeka pada Minggu (12/3) kemarin, belum memberikan respon terkait adanya aktifitas tambang laut ilegal di Zona IUP PT Timah dan Zona Milik Pemda.
Sebelumnya diketahui, Pengakuan ayak sempat mengejutkan tim media Beritamerdeka saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp. Sabtu (11/03/2023) pukul 22.00, Dia membenarkan, bahwa aktifitas yang dikoordinir nya menggunakan sistem koordinasi dan bekerjasama dengan oknum APH.
“Iya kita kerja di dalam IUP PT Timah tapi menggunakan Sistem koordinasi, disamping itu ada cantingan untuk masyarakat dan cantingan untuk teman anggota ini. Karena teman anggota dari BKO Pamvobvit bantu informasi kalau ada razia tambang.”ungkap Ayak. (TIM)




Tinggalkan Balasan