Takengon (Aceh) Berita Merdeka Online — Tumpukan sampah menggunung di daerah Paya Ilang tepatnya di belakang MAN 1 Takengon, serta Kantor Badan Urusan Haji Aceh Tengah, akibatnya, bau terasa menyengatpun dirasakan oleh seluruh siswa dan masyarakat pengguna di jalan tersebut.
Selain itu, tidak terkelolanya sampah di kota Takengon, menyebabkan daerah wisata itu bak kota yang tak bertuan, akibat masyarakat dan pemerintahannya, selalu acuh tak acuh bila berbicara tentang “sampah”, apalagi ketika sambat dibicarakan diuwer tetemi kecamatan Rusip Antara, maka lahan yang di bicarakan, akibatnya, tumpuka sampah bukan saja ada di kota bahkan di kecamatan pun ikut berserakan.
Salah seorang Guru dan siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN ) 1 Takengon, Aceh Tengah, mengeluhkan aroma menyengat dari tumpukan sampah yang ditimbun di tempat pembuangan sementara tepat di belakang sekolah tersebut.
Kepala MAN 1 Takengon, Riswan Basri, mengatakan bau busuk yang berasal dari tempat pembuangan sementara Paya Ilang itu sudah membuat siswanya tidak nyaman.
“TPS itu lokasinya tepat di belakang sekolah. Bau busuk dari TPS sangat tidak nyaman saat proses belajar mengajar berlangsung,” katanya.
Menurut Riswan, sampah yang ditimbun di sana telah mencapai ratusan ton. Karena itu, baunya sangat menyengat hingga memasuki lingkungan sekolah.
Bahkan, dampak dari bau tersebut siswa di dua kelas terpaksa harus dipindahkan sementara. “Karena bau busuk dari TPS itu membuat anak-anak mual,” ujarnya.
Terkait hal ini, kata Riswan, pihaknya berencana akan menyurati Pemkab Aceh Tengah agar para siswa bisa fokus belajar dan tidak terganggu dengan bau tersebut.
“Karena, memang sangat tidak sehat lagi udaranya. Mudah-mudahan ada respon cepat dari Pemkab,” pungkasnya.
Sementara kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Subhan Sahara, belum sempat dikonfirmasi oleh awak media, apa yang menjadi penyebab tertumpuknya sampah dan solusi lainnya. (Man)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan