Majalengka, Berita Merdeka Online Membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan tersebut dikenal sebagai literasi dan merupakan suatu indikator kemajuan suatu generasi bangsa.

Sering melihat disekolah anak-anak lebih memilih bermain APE (Alat Permainan Edukasi) didalam ataupun luar kelas atau bermain bersama teman-temannya bersendau gurau disaat jam istirahat maupun sebelum masuk kelas, dibanding mau bermain melalui baca buku, atau sekedar melihat-lihat gambar pada buku bacaan. Banyak faktor minat baca pada anak usia dini masih kurang terjadi disekolah, misalnya :
1. Kurang figur dari guru dalam membaca diwaktu luang saat jam istirahat disekolah.
2. Ruang pojok baca yang tidak nyaman.
3. Buku bacaan yang sudah lama dan banyak yang rusak.
4. Kurangnya motivasi guru untuk kegiatan membaca.
5. Buku bacaan yang tersedia kurang menarik.
6. Guru kurang Inovatif dan Variatif dalam menggunakan metode media dan metode pembelajaran.
7. Guru kurang menguasai dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dikelas.
8. Guru tidak melakukan refleksi dan evaluasi diri terhadap permasalahan yang menyenangkan dikelas.

Melihat hal ini merupakan tugas guru untuk mencari solusi dan tindakan yang dapat memotivasi anak bersemangat dalam minat membaca. Salah satunya adalah melalui kegiatan menghias pojok baca. Dengan tempat baca yang cantik, indah, nyaman dapat menarik anak untuk betah dan mau melakukan baca buku.
Peranan pojok baca merupakan salah satu tempat untuk menumbuhkan minat baca pada individu merupakan suatu keharusan yang ditanamkan kepada generasi bangsa sejak dini. Menurut pendapat Siregar (2004) minat baca merupakan keinginan dan kecenderungan untuk meningkatkan gairah untuk membaca.
Darmono (2001 ; 182) juga menyatakan bahwa minat baca adalah kecenderungan seseorang dengan mendorongnya untuk melakukan sesuatu dengan cara membaca. Membaca untuk anak usia dini dilakukan dengan cara berbeda dengan usia anak SD, untuk anak usia dini dapat dilakukan dengan melalui dibacakan buku cerita, melalui membuka buku bacaan bergambar yang disukainya, menceritakan buku bacaan bergambar yang disukainya secara sederhana atau kegiatan lainnya.
Dalam kesempatan ini saya melakukan cara supaya anak didik kita betah baca disekolah adalah melalui menghias pojok baca.
Guru dituntut kreatif dan inovatif untuk mengajak peserta didik senang membaca, diantaranya menciptakan ruang pojok baca yang indah, nyaman dan bikin betah dan menyenangkan anak, apalagi menghias pojok baca melibatkan anak didik kita sendiri, ada kebanggaan dan kepuasan yang dihasilkan.
Banyak cara untuk menghias pojok baca disekolah, diantaranya yang saya lakukan adalah :
– Kegiatan 4 M (Menggunting, Menempel, Menyusun dan Menghias) gambar pohon, kereta api, rumah alat dan sebagainya sesuai tujuan awal yang belum utuh buatan guru, didinding pojok baca kegiatan ini guru menyediakan berbagai macam gambar daun, bunga, buah, kepingan kereta api, kepingan gambar ulat pada kertas arigami atau asturo yang nantinya akan digunting, ditempel, disusun oleh anak didik.
– Mewarnai gambar yang telah disediakan guru atau kegiatan menggambar bebas lalu menyimpannya disalah satu tempat pojok baca, boleh anak yang menentukan gambar hasil karyanya mau disimpan dimana.
– Membuat hiasan gantung ruangan. Alat gantengnya sudah disiapkan guru, kegiatan ini anak melakukan kegiatan merance kepingan gambar yang telah disediakan guru dan hasil ranceannya, anak yang memasangkan di gantungan.
– Lomb merapikan tempat pojok baca.
– menaruh aksesori-aksoseri ruangan lainnya.
– Menghias dengan media lainnya, dan sebagainya.

Kelebihan pojok baca:
1. Sebagai fasilitas tempat baca
2. Sebagai bahan bacaan terdekat
3. Tempat yang nyaman untuk membaca
4. Tempat baca yang menarik perhatian

Kekurangannya pojok baca :
Anak tidak akan fokus jika dalam jumlah banyak, anak perlu pendampingan guru untuk penjelasan isi buku serta butuh tempat/ruangan baca yang nyaman dan bersih.

Kesimpulan : Dengan suasana ruang pojok baca yang nyaman dan menyenangkan, dapat menarik minat baca pada anak untuk lama dan betah membaca. Butuh kreativitas dan inovasi guru untuk mendapatkan solusi disetiap permasalahan yang ada disekolah.
Demikian artikel yang dapat saya sampaikan sekedar untuk berbagai pengalaman dalam menghadapi anak didik yang kurang minat baca disekolah TK.

Editor : Muhamad Haris
Sumber : Luz santi, D/Jurnal Empowerment