Bengkulu Utara, BMonline – Persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM)  di Pulau Enggano semakin memanas, bahkan persoalan ini sempat diwarnai aksi demo. Hal ini terpantau wartawan pada hari Kamis (6/2). Dimana ratusan masa memadati monumen NKRI.

Dimana dalam aksi tersebut masyarakat menyampaikan beberapa tuntutuan terutama soal BBM dimana masyarakat meminta kepada pemerintah Daerah dan Provinsi untuk segera menyuplai BBM ke Pulau Enggano mengigat BBM ini sudah menjadi kebutuhan paling utama bagi masyarakat.

Namun sayang tak berselang lama aksi berlangsung, hal mengejutkan terjadi dimana pihak Kapal Printis Sabuk Nusantara 52 tiba-tiba angkat jangkar dan langsung menuju Bengkulu. Hal tersebut sepontan membuat masyarakat geram pasalnya banyak penumpang dan hasil bumi terlantar di Dermaga. Akibat perlakuan kapal subsudi pemerintah tersebut pulang tidak sesuai jadwal.

Pulang lebih awalnya Kapal Printis tersebut diduga akibat keributan yang terjadi Kamis pagi. Dimana pada saat kapal bersandar di Dermaga Malakoni terjadi suatu insiden yang kurang mengenakan antara masyarakat dengan pihak Crew Kapal. Dimana keributan itu terjadi lantaran pihak kapal berhasil menyita BBM jenis pertalite sebanyak 5 liter yang di bawa oleh salah satu masyarakat. 

Namun pada saat masyarakat menanyakan soal penyitaan BBM tersebut kepada Kapten Kapal bukan solusi yang di dapat malah terjadi keributan yang berujung pelaporan kepada pihak Kepolisian, yang di tangani langsung oleh Kapolsek setempat.

Kemungkinan alasan itulah yang membuat kapal pulang lebih awal. Namun hal tersebut di sayangkan oleh pihak masyarakat Enggano pasalnya banyak barang masyarakat yang terlantar di dermaga yang tidak di bawa oleh pihak Kapal dan banyak penumpang yang urung menuju Bengkulu serpertihalnya masyarakat yang hendak mengikuti tes CPNS.

Atas peristiwa tersebut banyak keluahan di sampaikan masyarakat kepada pihak kapal, sepertihalanya yang di sampaikan oleh Titi (30), dimana dalam wawancara wartawa Titi mengugkapkan keluhanya solah langaknya BBM sehingga banyak masyarakat berani mambawa BBM secara ilegal tanpa takut melanggar hukum. “Berhubung BBM di Enggano ini suduh putus, sebagian masyarakat memberanikan diri untuk membawa BBM dari Berngkulu secara diam-diam walaupaun itu melanggar hukum, demi kehidupan di Enggano,” ujar Titi

Namun tak jarang pula BBM yang dibawa pihaknya tersebut di sita oleh pihak kapal, ” Sering disita dan BBM itu di buang kelaut oleh pihak kapal,” tandas Titi. 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.