Subulussalam, BMonline – Anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Subulussalam Ishak Munthe alias Gadis mengaku akan melaporkan pihak managemen PT. GSS Subulussalam yang terkesan lakukan pembohongan sekaligus jebakan dalam usaha jual beli Tandan Buah Segar kepada Gadis di PT. GSS.

Hal ini di paparkan Tengku Tualang alias Gadis kepada BMonline Kamis (19/03/2020) terkait tindakan oknum pihak management PT. GSS bagian penerimaan TBS kelapa sawit berinisial DT (35) di duga telah melakukan penipuan dan jebakan kepadanya sehingga mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini merasa di rugikan secara materi dan harga diri.

Menurut sapaan Tengku Tualang ini, sikap monopoli tersebut yang di lakukan oknum DT (35) selaku manager bagian penerimaan TBS di PT. GSS tersebut sangat terlihat semata-mata ingin mematikan langkah perusahaan Supplier (SP) dan sekaligus ingin mematikan langkah Gadis untuk mencari pelanggan TBS kelapa sawit di wilayah Pemko Subulussalam dan di daerah lainnya.

Di Jelaskan Gadis, cara DT (35) yang di kenal sebagai pembisnis ulung cetusan dari manca negara itu sangat tidak etis terhadap daerah Subulussalam ini di perlakukan. Pasalnya kata dia, saat dirinya bertemu dengan DT (35) di salah Satu warung sore hari Selasa (17/03/2020), hanya membicarakan berapa jumlah truk/mobil TBS yang di masukkan ke PMKS PT. GSS perhari melalui “SP” yang baru Tiga hari di jalan kannya.

“Saat sore itu hari Selasa sekira pukul 17,00 WIB, saya dan rekan duduk bersama DT (35) dan Dua orang rekannya angota Brimob Subulussalam untuk memastikan bahwa saya di setujui untuk memasok TBS lokal sebanayak Tiga truk perhari, tiba-tiba sekitar pukul 21.30 WIB malamnya saya mendapat pesan via Whatsapp, bahwa harga TBS turun Rp 30,- khusus untuk “SP” yang saya jalankan” ucapa Gadis.

Di jelaskan Gadis, kalau persoalan itu di anggap spele oleh DT (35) mau pun pihak PT. GSS, Gadis mengaku akan menempuh jalur hukum terhadap Dt (35). Karena menurut dia, dirinya ‘meyakini’ bahwa selain jabatan DT (35) sebagai manager bagian buah kelapa sawit, DT (35) juga di duga kuat terlibat mengelola dua perusahaan Supplier secara ‘dibalik layar’,

“Kalau hal ini di spelekan, saya akan melapor ke Polres, Karena saya yakin, selain dia sebagai Manager, DT (35) juga terkesan menekan Supplier lain dan ‘menganak kandungkan’ Dua perusahaan Supplier  yang di kelola oleh rekannya berinisial JS” ucap Gadis.

Sebelumnya, pihak managemen PT. AA bagian Crude Palm Oil (CPO) berinisial STM di hubungi BMonline via telepon seluler pukul 15.43 WIB tanggal 18/03/2020 mengaku akan menegur keras tindakan anak buahnya bernama DT (35) itu yang dinilai kurang tepat dalam menjalankan perintah atasan.

“Berikan saya waktu pak, kalau memang begitu ceritanya, nanti saya akan konfirmasi langsug ke DT (35) nya” ucap bos besar minyak CPO di Indonesia ini.

DT (35), selaku manager bagian TBS kelapa sawit PT.GSS di Subulussalam hendak di hubungi BMonline via telepon seluler terkait pernyataan mantan GAM ini mengaku mendapat perlakuan “jebakan” dari DT (35), namun tidak di resfon, coba di konfirmasi BMonline via pesan singkat aplikasi Whatsapp pada pukul 20:16 Wib Tanggal 18/03/2020 juga tidak di balas. Bahkan hubungan nomor kontak aplikasi Whatsapp wartawan BMonline langsung di blokir.

Horasman Silalahi selaku Manager bagian pabrik saat di temui BMonline di ruang kerjanya terkait tindakan DT (35) tersebut merasa heran. Karena kata Horasman, dia berniat segera memfasilitasi supaya tidak ada persoalan di lapangan. Bahkan sudah berapa kali menghubungi DT (35) via telepon seluler namun DT (35) tidak meresfon permintaan Horasman, terangnya Horasman.

“Pada prinsifnya pabrik ini butuh banyak buah, kita tidak mau tau buah itu dari mana, yang jelas semakin banyak buah semakin lancar pabrik ini. Makanya sudah beberapa kali saya telpon dia (DT (35)), katanya di sana, kadang katanya di sini, namun dia tidak mau datang. Kadang hp nya pun di matikan” kata Horasman.(Pundeh)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.