PURWOREJO, BMonline – Cara unik dan kreatif ditunjukkan Karang Taruna dan Pemerintah Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara meminta warga tetap di rumah dan menghindari berkumpul.

Salah satu cara kreatif yang mereka lakukan yakni dengan membuat peran Hantu Pocong Palsu yang disiapkan dibeberapa titik di desa Pogung Jurutengah, khususnya pada malam hari.

Foto : Gembus, Pemeran Hantu Pocong Palsu, saat bersama Kades Slamet. (Hery Priyantono)

Cara ini terbukti ampuh, warga takut keluar rumah terutama jika malam tiba. Kejadian adegan Peran Hantu Pocong dilaksanakan pada Senin (30/03/2020) malam lalu.

Wartawan BM online kebetulan mengikuti sejak berada di Kediaman Kepala Desa (kades) Pogung Jurutengah, Slamet Purwadi.

“Saya baru saja menerima telpon dari warga di RW 03, ada sekelompok pemuda masih nongkrong di Pos Ronda. Mari kita jalan adegan Hantu Pocong agar mereka takut dan pulang ke rumah,” ajak Kades Slamet kepada BM Online malam itu.

Persiapan pun segera dilakukan dan akhirnya Kades Slanet langsung menjalanian aksinya. Sebagai Pemeran Hantu Pocong Palsu diperagakan oleh Gembus, salah satu Anggota Karang Taruna setempat.

Alhasil, saat Kades Slamet memberikan teguran dan penjelasan soal himbauan agar warga tetap di rumah, mendadak dari arah belakang Pos Ronda muncul Hantu Pocong.

Hantu Pocong palsu yang diperagakan oleh Gembus, memperagakannya layak seperti Hantu Pocong sungguhan.

Dia sambil melompat-lompat melintas di depan kerumunan pemuda dan Pak Kades. “Pocong….!!! Para penuda lari kocar kacir ketalutan,” teriak Para Pemuda itu.

Gembus sendiri sebetulnya mengaku takut memerankan hantu pocong palsu. “Saya cemas sebetulnya memerankan sebagai Hantu Pocong. Karena saya sendiri takut sekali dengan yang namanya Hantu Pocong,” ujarnya.

Yang lucu, Gembus memerankan Hantu Pocong dengan memakai mukena calon istrinya. “Ini mukena sebenarnya untuk mas kawin saya. Tapi karena Kantor Urusan Agama (KUA) sedang menutup pelayanan nikah, sehingga saya pakai dulu saja lah. Idep-idep untuk membantu Pemerintah,” kelakarnya. (Hery Priyantono)