KEPAHIANG, BMonline – Kepala Desa Tebat Monok Padila Sandi beserta perangkat memberikan bantuan kepada masyarakat Rafid tes /Reaktif berjumlah tiga kepala keluarga, Senin (20/4/2020).

Selama satu minggu ini secara kebutuhan akan di tanggulangi oleh pemerintahan desa sampai hasil swab keluar jelas.

Lanjut Padila, bantuan yang di berikan adalah sebagai support atau dana kemanusiaan yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Padila juga mengatakan, bahwa banyaknya Orang Dalam Pengawasan (ODP) menurut pendataan desa sebanyak 13 orang dana yang di anggarkan sebesar 18.300.000.

“Setelah keluar peraturan baru, maka dana yang akan di keluarkan untuk penanganan Covid-19 sebesar 10 persen dari baku dana yang ada,” Jelasnya.

“Dalam penanganan Covid-19 ini, tidak cukup dengan penanganan oleh tenaga medis, pemerintah,  Polri-TNI, ini tanggung jawab kita bersama, maka kami mengajak dan menghimbau kepedulian masyarakat itu merupakan kepedulian,” imbuhnya.

Ini bentuk nyata, Kata Padila, ikut memutuskan mata rantai Corona virus, pada saat ini dia juga mengharapkan kepada warga kabupaten Kepahiang dengan adanya berita berita yang masih di ragukan pemberitaan nya kadang jauh dari kebenarannya.

Dijelaskannya, jangan sampai nanti di media sosial yang tidak bisa di pertanggung jawabkan, karna pada pemberitaan kemarin, dengan adanya stetmen kepala Dinas Kesehatan, kabupaten Kepahiang, berdampak luas sampai adanya pemberhentian tenaga pekerja yang berasal dari Desa Tebat Monok oleh PT Trisula, kemudian dampaknya juga di rasakan oleh para tukang ojek Tebat Monok.

“Sehingga masyarakat menghindari untuk naik ojek, hususnya ojek tebat monok ini dampak lain juga di rasakan oleh penjualan makanan secara online. Artinya ini adalah salah satu bentuk kerugian yang sangat besar,” ungkapnya.

Padila juga menghimbau, dalam menangani masalah ini tidak cukup dengan pemerintah desa saja, Tebat Monok merupakan bagian dari kabupaten Kepahiang, maka ia mohon kepada tingkat kabupaten jangan hanya pencitraan saja.

“Sekarang ini, kami butuh aksi, butuh tindakan, bukan hanya pencitraan pecitraan di media sosial yang tampa bukti jadi saat ini. kami sangat mengharapkan kepedulian itu dari pemerintah terkait, dalam hal ini kami tidak menyebutkan, artinya secara keseluruhan tentu orang orang atau beliau beliau yang terhormat di tingkat kabupaten,” tutup Padila.  (Zaenal).

Penulis : Zaenal


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.