MERANGIN / JAMBI, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Ketua Komite SD Negeri 298/VI Bukit Beringin, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, Dodik menuding Kepala SD Negeri Dwi Naryo, S.Pd, tidak layak menjadi kepala sekolah. Hal ini dikarenakan, kepala sekolah tidak terbuka secara umum tentang informasi pengolahan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), berbeda dengan kepala sekolah sebelumnya. Tidak hanya itu, Kepala SD Dwi Naryo juga sering absen masuk di sekolah alias mangkir. Menurut Ketua Komite, bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka kondisi sekolah kemungkinan besar semakin bobrok.

“Saya heran dengan kepsek yang sekarang ini, diajak kerjasama untuk memajukan sekolah tapi dia selalu mengelak terus, selama dia menjabat kepala sekolah SD N 298 sampai hari ini Jum’at tangal 17 November 2023, saya selaku ketua komite tidak tau arah dana (BOS),” kata Ketua Komite, Dodik.

Saat disinggung soal perawatan sekolah selama Dwi Naryo menjabat kepsek di SD N 298, Dodik mengaku kecewa bercampur marah. Banyak hal kata Dodik, yang tidak beres, seperti papan tulis dibelikan oleh komite, cat gedung sekolah.

“Kalau ditanya apa yang sudah diperbuat kepsek selama menjabat disini, saya bingung mau jawab apa, karena belum ada yang dia perbuat selama ini. Bahkan papan tulis saja komite yang belikan, terus pihak komite juga sudah membelikan cat untuk mengecat gedung sekolah, dan sudah beberapa bulan lamanya sampai hari ini belum di kerjakan catnya. Maksud saya, sekolahan ini mari kita anggap milik kita bersama, sehingga kita bersama ada rasa memiliki dan sama-sama berfikir tentang kemajuan sekolah ini. Menurut saya kepsek ini tidak layak menjadi kepala sekolah,” ungkap Dodik.

Ditempat terpisah salah satu wali murid SD N 298 sekaligus warga setempat menyampaikan, pihaknya mendesak dengan melarang anaknya, untuk sekolah bila belum ada rapat wali murid dan pihak sekolah, dan bila perlu kepseknya diganti.

“Kepsek yang sekarang ini sangat tidak jelas apa visi misi nya, saya amati semakin kesini semakin tidak jelas kedisiplinannya, keterbukaan pengelolahan anggaran juga semakin tidak jelas untuk apa, sementara kontribusi kita melalui komite agar sekolah kita maju terus kita lakukan. Tetapi kepsek yang sekarang ini terkesan hanya menghambur-hamburkan anggaran, dan tidak jelas apa yang dia kerjakan,” kata salah satu wali murid.

“Kalau seperti ini terus bagaimana sekolah kita mau maju dan bersaing dengan sekolah lainnya, bila masih seperti ini anak saya akan saya stop sekolah dulu, menjelang ada rapat dengan kepala sekolah dan komite, dan harapan saya kepseknya diganti segera,” tutupnya.

Kepala SD Negeri Dwi Naryo S.Pd, saat dikonfirmasi di sekolah tidak berada di tempat.  (Moh Basori).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.