Pidie, BMonline – masa pendemi COVID-19 belum berakhir, bermacam cara di lakukan oleh pemerintah untuk membantu perekonomian masyarakat di seluruh indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten pidie, Aceh. Pasalnya program stay at home yang dicanangkan pemerintah membuat hampir seluruh pendapatan masyarakat merosot.

Kebijakan pemerintah tentang tanggap darurat COVID-19 dengan membagikan sembako disambut baik oleh masyarakat di Gampong Tuha Biheu Kecamatan Muara Tiga kabupaten Pidie. Tidak lupa pula oknum-oknum perangkat desa yang mengambil keuntungan di balik wabah darurat COVID-19 ini. Mereka menerima bantuan sembako dari pemerintah untuk di bagikan kepada warganya, akan tetapi tidak dibagikan menurut data yang mereka input, melainkan membagikannya terhadap orang-orang terdekat mereka, dan sayangnya warga miskin yang seharusnya berhak menerima bantuan sembako ini malah disingkirkan seakan tak terlihat oleh mata para oknum perangkat desa tersebut. Selasa (2/6/2020).

Mantan kesyik Gampong Tuha biheu juga sebagai tokoh masyarakat dan didampingi beberapa warga kepada media ini mengatakan “di Gampong kami sekdesnya baru menjabat kurang lebih 3 bulan ini, jadi kemarin ada beberapa paket sembako yang diberikan untuk Gampong kami oleh Pemerintah Aceh. Akan tetapi saat bantuan sembako itu tiba, kenapa dari Pihak sekdesnya tidak memberitahu kepada warga yang berhak menerima, bahwa bantuan sembakonya sudah sampai. Ini malah diambil secara diam-diam, dan juga dibagikan secara diam juga” katanya.

“Justru saat ini, yang sangat kami sesali, mengapa Sekdes Gampong Tuha Biheu membagi bantuan sembakonya bukan kepada nama-nama yang sudah mereka data, justru memberikan bantuan sembako termasuk salah satunya untuk Pak Kesyik. Padahal masih banyak warga kami juga yang lebih berhak mendapatkannya” lanjutnya saat kami jumpai, jumat (29/052020) yang lalu.

Ditempat terpisah, Sakdan, selaku Kesyik Gampong Tuha Biheu, membenarkan bahwa ia menerima bantuan sembako tersebut, “benar, kemarin sekdes mengantarkan bantuan sembakonya untuk saya, akan tetapi sudah saya kembalikan, karena saya merasa ada yang lebih berhak menerimanya” ujarnya

“Oh soal masyarakat yang komplen itu, akan kita tangani segera, mungkin ada kesalahpahaman saja dalam hal ini. Atau sebaikanya tanyakan langsung saja kepada Sekdes saya untuk lebih jelasnya” lanjutnya.

Masalah tentang pembagian sembako yang tidak tepat sasaran ini membuat resah semua kalangan. Pasalnya justru yang lebih berhak menerima bantuan sembako ini malah tidak menerima sama sekali.

Sekdes Gampong, Tuha biheu Adinur Juga membenarkan bantuan sembako yang yang diberikan pada gampong tuha biheu “memang benar nama kesyik dan sekdes gak ada didaftar penerima sembako rersebut, tapi saat bantuan kita bagi saya tanya ke warga kalau sekdes sama kesyik yang capek mengurus bantuan, boleh ambil satu paket nanti kalau bermasalah kita kembalikan, Ternyata hari imi jadi problem sama masyarakat dan sudah kami kembalikan.” Katanya.

“itu bantuan dari dinas dan sudah kita bagikan, Dan jumlah paket yang kami terima juga kurang 2 paket dari 21 paket jadi 19 paket, itu di potong tim pengantar di Kecamatan. Di Desa tetangga juga jumlah paket bantuan 44 paket juga dipotong 4 paket jadi trima 40 paket,” lanjutnya.

Akibat dari perbuatan oknum perangkat desa yang tidak baik ini, masyarakat mulai mengambil tindakan dan sikap untuk melaporkan masalah ini kepada pihak Camat di Kecamatan Muara Tiga. Sebab menurut mereka, mediasi telah dilakukan kepada pihak kesyik di Gampong Tuha Biheu, akan tetapi tidak ada tanggapan apapun dari pihak Kesyik. Melainkan sepertinya Kesyik lepas tangan dalam masalah ini karena menurutnya, yang melakukannya bukan ia, melainkan Sekretaris desa tersebut.

Selain membagikan sembako yang tidak tepat sasaran, masyarakat di Desa Tuha biheu juga menduga Sekdes yang tidak tamat Sekolah Dasar bisa mendapatkan ijazah hingga kejenjang Sekolah Menengah Atas. Hanya dengan selembar surat keterangan lulus dari sekolah Dasar.

Masyarakat berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di Gampong mereka.(73F)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.