BREBES, Berita Merdeka Online – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu 2 Maret 2025.

Dalam kunjungannya, Alex meninjau kondisi tanaman pangan, khususnya padi dan bawang merah, yang merupakan komoditas unggulan daerah ini.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi pertanian Brebes kepada investor, serta mencari solusi agar harga pangan yang dihasilkan dapat lebih menguntungkan petani.

Alex menyampaikan, bahwa untuk menciptakan harga pangan yang adil dan bernilai tinggi bagi petani, keterlibatan investor sangat diperlukan.

“Saya berkunjung ke Brebes untuk mengajak para pengusaha melihat potensi pertanian padi dan bawang merah yang ada di sini,” ujarnya, di sela-sela kunjungan ke persawahan di Desa Pende dan tempat penggilingan padi di Desa Kradenan, Kecamatan Kersana, Brebes.

Menurut Alex, sektor pertanian di Brebes, terutama dalam hal penanaman dan panen padi, sudah berjalan dengan baik.

Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah pengolahan hasil pertanian yang belum sepenuhnya optimal. Untuk itu, investor diharapkan dapat berperan dalam peningkatan efisiensi dan kapasitas pengolahan gabah menjadi beras.

Dalam kunjungannya, Alex juga menyoroti kebijakan terbaru dari Presiden RI yang mengatur kewajiban pembelian gabah dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini berlaku untuk Perum Bulog dan penggilingan padi yang ada di wilayah tersebut. Dengan adanya regulasi ini, Alex berharap petani dapat menikmati harga gabah yang lebih stabil dan menguntungkan.

“Saya mengapresiasi implementasi Instruksi Presiden yang telah dilaksanakan dengan baik di Brebes, di mana Bupati, Bulog, Dandim, serta seluruh pihak terkait bekerja sama untuk memastikan penyerapan gabah petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Saat mengunjungi fasilitas pengolahan padi, Alex juga mencatat adanya tantangan dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk mengolah gabah menjadi beras.

Ia katakan, cuaca yang tidak menentu, terutama saat musim penghujan, dapat memperlambat proses pengeringan, yang berdampak pada kualitas dan kuantitas produksi beras.

“Tindak lanjut dari kunjungan ini adalah untuk mendorong masuknya investasi di sektor pengolahan pangan,” ungkap Alex

Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus ada keterlibatan sektor swasta yang berperan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati dan Dandim Brebes, turut serta dalam kegiatan kunjungan dari Anggota DPR-RI Komisi IV, serta investor

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM, turut serta dalam kunjungan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Brebes berbincang langsung dengan petani dari Desa Pende dan Desa Kradenan, serta dengan dua investor asal Vietnam, Yosep dan Raimon, yang tertarik dengan potensi pertanian Brebes.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara petani, pemerintah, dan sektor swasta untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian lokal di pasar internasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Furqon Amperawan, memberikan informasi terkait neraca pangan daerah tersebut.

Menurutnya, hingga akhir Februari 2025, produksi Gabah Kering Giling (GKG) diproyeksikan mencapai 34.862 ton, sementara stok beras mencapai 22.395 ton. Stok Bulog yang tersedia sebanyak 6.077 ton, sehingga total ketersediaan pangan di Brebes tercatat sebanyak 28.472 ton.

Sementara itu, Dandim 0713/Brebes, Kolonel Inf. Sapto Broto, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengimplementasikan pembelian gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram melalui dua cara, yakni dengan membeli gabah dari semua kualitas dan jumlah gabah yang harus diserap mencapai 3 juta ton, setara dengan beras.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah petani, sesuai dengan arahan Presiden,” tandas Dandim.

Dandim juga memberikan update terbaru terkait Program Percepatan Penyerapan Gabah/Beras, yang dilakukan di Gudang Bulog Cimohong dan Gudang Bulog Procot.

Target gabah kering panen (GKP) yang harus diserap sebanyak 6.000 ton, sedangkan target beras adalah 11.000 ton.

Lanjutnya,Hingga 1 Maret 2025, data menunjukkan bahwa sebanyak 202,29 ton gabah telah diserap, dengan realisasi total hingga saat ini mencapai 513,27 ton. Sementara untuk beras, realisasi penyerapan mencapai 1.392,75 ton.

“Persentase realisasi untuk GKP adalah 8,55%, sementara untuk beras mencapai 12,66%,” jelas Dandim.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk investor, diharapkan sektor pertanian di Brebes dapat berkembang pesat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan di daerah ini. (Wawan Bambang AK)