Kaur, Beritamedekaonline.com – Puluhan warga Desa Tanjung Ganti II, kaum emak-emak Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur beramai-ramai mendatangi Rumah Kepala Desa, Jumat (12/06/2020).

Kedatangan emak-emak ini untuk menyampaikan aspirasi terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD). Warga minta BLT-DD harus dibagi rata kepada warga. Alasannya, mereka juga dikategorikan warga yang terdampak Virus Corona atau COVID-19.

Kepala Desa Tanjung Ganti II Kec. Kelam Tengah Kaur Evawan Zairin saat di wawan cara media Beritamerdeka.com di Rumahnya 12/06/2020

Para peserta unjuk damai diterima oleh Kepala Desa, beserta Perangkat, Bhabinkamtibmas dari Polsek Tanjung Kemuning, Babinsa, dan anggota BPD langsung melakukan mediasi dipimpin oleh salah satu perangkat desa setempat.

Dalam aksi ini, para emak-emak menuntut supaya pembagian Dana BLT-DD di Desanya di bagi secara merata, karena mereka juga merasakan terkena dampak dari covid-19, saat ini “salah satu perwakilan unjuk damai itu mempertanyakan di ke mana kan saja uang anggaran pengalihan DD sebesar 30% dari 800 Juta, untuk BLT, kok cuman di bagikan hanya kepada 15 KK saja, sementara warga yang belum tersentuh oleh bantuan sama sekali masih ada 50 KK lagi, terus terang kami sangat kecewa dengan sikap Pemerintah Desa, yang seakan ada kesan pilih kasih dalam memberikan bantuan karena masih banyak warga yang semestinya layak menerima tapi tidak di kasih, dan sebaliknya ada warga yang sudah punya mobil, motor bahkan usahanya banyak kok malah dia dapat “ungkap Sit, perwakilan unjuk damai kecewa”.

Salah satu warga Tanjung Ganti 2, yang tidak menerima bantuan dari Pemerintah

Sementara itu Kepala Desa setempat Evawan Zairin, menyambut baik atas penyampaian aspirasi warganya, yang menuntut pembagian BLT-DD di bagi rata, akan tetapi tolong kepada warga untuk bersabar hal ini akan kami rapatkan dulu dengan seluruh unsur terkait nanti malam kita akan mencari solusi terbaik untuk warga, akan tetapi tetap berpegang pada aturan Pemerintah sehingga tidak menyalahi aturan dan “PERLU WARGA KETAHUI BAHWA UANG (DD) untuk penangan covid-19, ini ada PEMOTONGAN LANGSUNG oleh PEMDA KABUPATEN “ungkap Evawan Zairin, kades setempat”.

Setelah hasil mediasi disepakati, warga membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing, akan menunggu hasil rapat nanti malam, akan tetapi apabila hasil musyawarah itu tidak berpihak pada masyarakat berdasarkan tuntutannya maka peserta unjuk rasa akan melanjutkan tuntuanya ke Kantor Bupati setempat “ungkap perwakilan aksi Inisial Sit”.

Kapolsek Tanjung Kemuning membenarkan atas unjuk rasa di Desa Tanjung Ganti II tersebut. Melalui Bhabinkamtibmas, ia menekankan kepada warga yang ikut unjuk rasa agar bersabar menunggu hasil keputusan rapat nanti malam dan untuk sekarang tolong bubar dulu “ungkap Bhabinkamtibmas”.(Miruan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.