Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Pengadaan aplikasi Spot Baca di tahun 2024 lalu, berupa layanan perpustakaan digital yang memungkinkan pengguna/pembaca untuk mengakses koleksi buku secara online, oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bengkulu Utara, dengan menelan anggaran sebesar 45.000.000 Rupiah, patut dipertanyakan.
“Dimana Spot Baca (fasilitas baca digital- red) yang diperuntukan ke para pengunjung Perpustakaan Disarpus Bengkulu Utara (BU), diduga produk gagal. Dimana tidak bisa diakses oleh pengunjung, begitu juga saat media ini mencoba mengakses masuk ke aplikasi Spot Baca dengan meng scane barcode, masih sama dan tetap saja tidak bisa masuk ke aplikasi tersebut.”

Parahnya lagi Suharlan Kepala Disarpus BU dan stafnya juga tidak bisa mengakses masuk ke aplikasi baca digital atau Spot Baca milik Perpustakaan Arga Makmur Bengkulu Utara tersebut. Sebaliknya Sitriani Tenaga Teknis dan Dewi Sinta Sub Koordinasi Layanan Otomasi Layanan Perpustakaan bisa mengakses masuk.
Walapun sudah beberapa kali mencoba scane barcode dari banner yang berdiri tepat disebelah kiri pintu masuk Perpustakaan Disarpus Bengkulu Utara, tetap saja tidak bisa masuk, bahkan Suharlan dan stafnya terlihat sempat kebingungan walaupun sudah diberitahu oleh Sitriani dan Dewi Sinta.
Sebelumnya, Suharlan Kepala Disarpus BU diruang kerjanya saat dikonfirmasi media ini terkait pengadaan Spot Baca mengatakan dengan irit untuk anggaran 45 juta itu ada fisiknya, sesambil Suharlan Kepala Disarpus menghubungi stafnya menggunakan hp android miliknya, Selasa (1/07/2025).
“Kemudian Sitriani (ASN-red) Tenaga Teknis Pustakawan Disarpus BU saat diruang kerja Suharlan mengatakan untuk aplikasi Spot Baca dirinya membenarkan adanya pengadaan tersebut senilai 45 juta rupiah, e ratusamban Spot Baca tak bisa di browsing melalui google, tapi melalui scane barcode, dan untuk akses ada titik koordinat.”
“Seperti pada kegiatan car free day itu Spot Baca kita bawa tidak ada masalah, dan juga pas lauching. Juga sebelumnya pernah kita bawa ke kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara dan tidak ada masalah,” Ujar Sirtiani Tenaga Teknis Pustakawan.
Adapun dari 45 juta tersebut untuk aplikasi Spot baca dari Aksaramaya penyedia gartis tugu aplikasi Spot Baca 5 juta dan (isi-red) koleksi buku digital yang tertanam di e ratusamban itu seharga 40 juta. Namun Sitriani seketika dirinya menarik perkataan tersebut mengatakan bukan seperti itu 5 atau 40 juta, karna belum pajak dari 45 juta itu.
Ditempat terpisah Dewi Sinta Sub Koordinasi Layanan Otomasi Layanan Perpustakaan kepada media ini juga mengatakan selama ini kami Perpustakaan Disarpus BU, ada kunjungan dari SMA N dan SMP/Pemustaka, tidak ada masalah saat mengunakan atau mengakses Spot Baca dan berhasil.
“Mungkin soal handphone. Kalau hanphone jadul atau handphone lama tidak bisa mengakses sebaliknya jika handphone mahal juga tidak bisa, yang sedang-sedanglah celotehnya kepada media ini. Yang jelas handphone yang memiliki versi-versi tertentu celotehnya kembali, kalau A5 bisa seperti milik saya katanya bukan menyindir.”
“Malah Dewi Sintia, saat Suharlan Kepala Disarpus Bengkulu Utara mencoba masuk ke aplikasi Spot Baca dengan sibuknya meng-scane barcode di banner berdiri tersebut tetap saja gagal, disela-sela mencoba masuk tersebut saat dicerca media ini dimana Suharlan tidak bisa mengakses Dewi Sintia mengatakan mungkin saja handphone pak Kadis Jadul (Hanphone lama-red) jadi tidak bisa akses masuk. Tutupnya. (Yapp).




Tinggalkan Balasan