GUIYANG, Berita Merdeka Online – 7 Juli 2025. Provinsi Guizhou, yang terletak di barat daya Tiongkok, kini menjadi salah satu wilayah yang berhasil menunjukkan langkah nyata dalam transformasi pembangunan ramah lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, Guizhou konsisten memaksimalkan potensi ekologinya agar tidak hanya menjaga kelestarian alam tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pemerintah Guizhou terus mengoptimalkan pemanfaatan energi hijau dengan membangun ladang tenaga angin dan pembangkit tenaga surya skala besar. Tidak berhenti di situ, lahan di bawah panel surya pun dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai jenis tanaman. Skema inovatif ini mendorong petani setempat untuk ikut terlibat aktif, sehingga mereka mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengganggu fungsi utama pembangkit listrik.

“Kami memanfaatkan keunikan topografi dan variasi iklim Guizhou agar lahan di bawah panel fotovoltaik bisa ditanami berbagai komoditas pertanian,” ungkap seorang pejabat Dinas Pertanian setempat.
Dengan strategi tersebut, petani kini memiliki opsi lebih luas dalam mengelola lahan mereka. Di banyak daerah, petani membudidayakan sayuran, jamur, bahkan ternak kecil di bawah area panel surya, sehingga menambah nilai ekonomis lahan yang dulunya kurang produktif.
Selain itu, Guizhou juga aktif mempromosikan kawasan hutan sebagai destinasi ekowisata dan pusat konservasi. Kebijakan perlindungan alam yang ketat membuat provinsi ini mampu mempertahankan tingkat tutupan hutan di angka 63,3 persen — salah satu yang tertinggi di Tiongkok.
Berkat berbagai kebijakan pro lingkungan, kontribusi sektor ekonomi hijau di Guizhou kini mencapai 48 persen dari keseluruhan produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kelestarian alam dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan seiring.
Para ahli menilai, strategi Guizhou dapat menjadi percontohan bagi provinsi lain di Tiongkok maupun negara berkembang yang menghadapi tantangan serupa: bagaimana menyeimbangkan pembangunan dengan perlindungan alam.
Selain fokus pada energi terbarukan dan pertanian terpadu, Guizhou juga mendorong riset dan pengembangan teknologi hijau. Universitas-universitas dan pusat riset di provinsi ini aktif bekerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta untuk mengembangkan teknologi fotovoltaik yang lebih efisien serta sistem pertanian terpadu yang hemat lahan.
Tidak hanya untuk pasar domestik, Guizhou juga berambisi menjadi pemasok energi hijau ke berbagai provinsi di Tiongkok. Dalam beberapa tahun ke depan, Guizhou menargetkan kapasitas terpasang energi terbarukan meningkat pesat, sejalan dengan target nasional Tiongkok untuk mencapai netral karbon pada 2060.
Inovasi-inovasi ini memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Banyak keluarga petani di daerah perbukitan kini memiliki pendapatan ganda, dari hasil panen di bawah panel surya dan dari skema pembagian keuntungan pembangkit listrik.
“Pohon tetap hijau, sawah tetap produktif, dan pendapatan warga meningkat. Ini contoh nyata keseimbangan antara alam dan ekonomi,” kata Chen Wei, seorang petani yang kini mengelola lahan di bawah pembangkit tenaga surya di Guizhou bagian timur.
Ke depan, Guizhou akan terus memperluas proyek serupa ke daerah-daerah terpencil agar lebih banyak masyarakat merasakan manfaat pembangunan hijau.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan