Pangkalpinang, BeritaMerdekaOnline.com — Upaya memerangi penyalahgunaan narkotika terus digencarkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan press release Operasi Pemulihan Kampung Narkoba Tahun 2025 yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (10/11/2025), di ruang rapat BNN Babel, Pangkalpinang.

Acara ini mengangkat tema “Operasi Pemulihan Daerah Rawan Narkoba” dan menjadi bagian dari instruksi langsung Kepala BNN RI untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba.

Kepala BNN Provinsi Kep. Babel, Brigjen Pol. Eko Kristianto, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini menekankan pendekatan humanis dan edukatif. “Kami tidak lagi hanya berorientasi pada penindakan hukum, tetapi juga mengedepankan pemulihan sosial. Melalui pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin menciptakan kampung yang benar-benar bebas dari pengaruh narkotika,” ujarnya.

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin bersama Kepala BNN Babel dalam konferensi pers Operasi Pemulihan Kampung Narkoba 2025.
Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin menghadiri kegiatan BNN Provinsi Babel bertema Operasi Pemulihan Kampung Narkoba Tahun 2025 di Pangkalpinang.

Eko menambahkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari operasi serentak di seluruh Indonesia yang disebut Kampung Pemulihan Narkoba. Di beberapa daerah, termasuk Kampung Ambon dan Kampung Bahari di Jakarta, operasi serupa telah berhasil menekan peredaran gelap narkoba dan mengungkap berbagai kasus besar dengan barang bukti narkotika dalam jumlah signifikan serta sejumlah senjata api.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai langkah BNN ini sangat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang bahaya narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba bukan hanya menghancurkan individu, tapi juga merusak tatanan sosial dan masa depan bangsa. Karena itu, masyarakat harus saling mengingatkan dan melindungi agar tidak ada lagi ruang bagi narkoba di Pangkalpinang,” tegas Prof. Udin.

Wali Kota juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini. “Ketahanan moral dan mental anak muda harus dibangun dari rumah. Orang tua dan lingkungan sosial perlu memberikan contoh positif agar generasi muda tidak mudah tergoda oleh pengaruh negatif,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, BNN Provinsi Kep. Babel turut memperlihatkan hasil operasi terbaru, yakni penangkapan delapan orang pelaku jaringan narkoba di wilayah Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Para tersangka tersebut merupakan bagian dari kelompok yang berhasil diamankan dalam operasi terpadu beberapa hari sebelumnya.

Melalui operasi ini, pemerintah daerah dan BNN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pemberantasan dan pemulihan daerah rawan narkoba. Harapannya, program ini dapat menjadi langkah nyata menuju “Bangka Belitung Bersinar” (Bersih dari Narkoba), di mana masyarakat hidup sehat, aman, dan produktif tanpa ancaman narkotika. (S4f)