Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com — Warga Desa Tepi Laut Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara (BU), dihebohkan dengan kejadian berdarah (pembacokan- red) akibat dari menganggu, atau ingin mengajak isteri orang yang ditinggal berkerja suaminya (SS), berselingkuh. Minggu (4/1/2026).
“Kapolres, melalui Iwan Randy Kanit Pidana Umum (Pidum) Polres Bengkulu Utara, kepada media ini membenarkan adanya kejadian pembacokan dengan menggunakan parang (sajam) di Desa Tepi Laut Kecamatan Kerkap BU, dan untuk pelaku sendiri SS saat ini sudah kita amankan di Mapolres Bengkulu Utara.”
“Dari keterangan, sebut saja SS suami dari istri pelaku yang melakukan pembacokan. Dimana isterinya diganggu mengatakan pada saat itu dirinya masih dalam perjalanan pulang kerja dari Lampung. Kemudian saya betapa terkejutnya dikirimkan oleh isteri bukti photo, screenshoot chat whatshap SW dengan isi chat ingin mengajak isteri saya selingkuh.”

“Namun istri saya tidak. Kemudian atas hal tersebut istri saya memberitahu kepada saya, dan seketika waktu itu saya benar-benar emosi. Sesampai dirumah kontrakan sekitar kurang lebih pukul 17.30 Wib saya sampai dirumah, pulang dari perjalanan Lampung menuju desa Tepi Laut Kerkap Bengkulu Utara.
“Lanjut, sesampai dirumah saya mendapat istri saya nangis-nangis dan langsung mengatakan kepada saya “di sebelah rumah itu pak SW kurang ajar”. Kutip Kanit Pidum Polres Bengkulu Utara, menerangkan apa yang disampaikan SS saat dilakukan (Bap- red) pemeriksaan, Senin (4/1/2026)
“Masih disampaikanya, ketika SS melihat handphone milik istrinya dengan melihat chat SW mengajak istri saya selingkuh, seketika dirinya emosi. Kemudian langsung mengambil parang dan mendatangi kontrakan SW (tetangga kontrakan- red) tepatnya disampingan kontrakan atau bedengan milik saya.”
“Waktu itu, ketika adek ipar dari SW korban membuka pintu dari luar, lalu saya mengikuti adek ipar korban masuk didalam dan mendapat korban, pertama dalam posisi sedang tiduran dan terlihat telentang di atas kasur ruang tamu. Spontan dengan emosi saya mengatakan kepada SW kamu kurang ajar.
Kemudian, saya langsung mengayunkan parang kearah korban, akan tetapi SW sedikit mengelak dan terkenalah kepala bagian belakang, kedua kali parang diayunkan mengenai kepala SW korban kembali. Untuk ketiga kalinya korban mengelak dalam posisi telungkup sehingga parang mengenai bahu sebelah kiri, setelah itu saya keluar, dan pergi dari kontrakan korban, tutupnya. (Yapp)




Tinggalkan Balasan