‎Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dr. Hj. Desy Maryani, S.H., M.H., anggota DPRD Kota Bengkulu dari Partai PDI-P, menggelar Reses Pertama Masa Sidang Pertama Tahun 2026 guna menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman belakang PT Javas Anugerah Perkasa, Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, Minggu (15/2/2026).

Desy Maryani Serap Aspirasi Warga Betungan, Fokus Perbaikan Jalan dan Evaluasi PBB.

‎Dalam kegiatan reses tersebut, Desy Maryani berdialog secara langsung dengan warga untuk mendengarkan berbagai usulan dan keluhan yang berkembang di lingkungan masyarakat. Sejumlah persoalan mengemuka, terutama terkait infrastruktur dan kebijakan pajak daerah.

‎Desy menyampaikan bahwa usulan utama warga pada pertemuan tersebut adalah perbaikan jalan dan drainase di wilayah Betungan. Menurut warga, kondisi jalan di beberapa titik mengalami kerusakan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Selain itu, sistem drainase dinilai belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan genangan air saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

‎“Usulan warga pada siang hari ini yaitu perbaikan jalan dan drainase. Ini menjadi perhatian utama karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Desy.

‎Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah kota. Menurutnya, perbaikan infrastruktur dasar merupakan bagian dari program pembangunan yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bengkulu.

‎“Dorongan dari masyarakat ini tentu akan kita sampaikan dan kita perjuangkan sesuai dengan program pemerintah kota. Insya Allah, perbaikan jalan dan drainase akan kita upayakan untuk direalisasikan,” katanya.

‎Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sejumlah warga menilai besaran PBB yang dikenakan saat ini terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil objek pajak di lapangan.

‎Menanggapi hal tersebut, Desy menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong dilakukannya survei ulang terhadap penetapan PBB, khususnya di wilayah yang dinilai mengalami ketidaksesuaian antara nilai pajak dan kondisi properti.

‎“Warga meminta agar dilakukan survei ulang mengenai PBB, karena dirasa saat ini nilainya terlalu tinggi. Aspirasi ini akan kita sampaikan agar ada peninjauan kembali sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

‎Desy menambahkan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, ia berharap komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen dapat terjalin secara terbuka dan konstruktif.

‎Ia pun mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan masukan demi mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan di Kota Bengkulu. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.