Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kusmito Gunawan, S.H., M.H., yang juga Ketua Fraksi PAN dan Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu, menggelar Reses Pertama Masa Sidang Pertama Tahun 2026 dalam rangka menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Senin (16/2/2026).

‎Reses Perdana 2026, Kusmito Gunawan Serap Aspirasi Warga: Pendidikan, Perlindungan Guru, dan Penguatan UMKM Jadi Sorotan.


‎Dalam pertemuan yang dihadiri ibu-ibu muslimah dan tokoh masyarakat setempat itu, sejumlah isu strategis mengemuka, terutama terkait pendidikan, perlindungan guru, keamanan lingkungan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎Kusmito Gunawan menyampaikan bahwa diskusi berlangsung hangat dan konstruktif. Ia menuturkan bahwa warga banyak menyoroti kebijakan pendidikan, termasuk perubahan status dan pengelolaan sekolah menengah pertama serta penghapusan beberapa mata pelajaran. Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian serius pihaknya di DPRD.

‎“Ini tentu menjadi tanggung jawab kami untuk menindaklanjuti dan mengkaji kembali, agar kebijakan pendidikan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi orang tua yang menginginkan pendidikan berbasis agama bagi anak-anaknya,” ujarnya.

‎Selain itu, persoalan perlindungan terhadap guru juga menjadi perhatian. Kusmito menegaskan bahwa guru harus mendapatkan perlindungan hukum dan moral selama menjalankan tugas mendidik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menilai, ketika orang tua telah mempercayakan pendidikan anak kepada sekolah, maka perlu ada dukungan terhadap kewenangan guru dalam mendidik secara profesional tanpa rasa khawatir.

‎Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal. Ia menyoroti maraknya kasus kenakalan remaja, tindak kriminal seperti begal, serta persoalan anak yang berhadapan dengan masalah serius akibat kurangnya pengawasan.

‎“Kita tidak boleh lengah. Peran orang tua dan masyarakat sangat penting, bukan hanya menjaga keluarga sendiri, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika ada gejala yang tidak wajar, perlu dilakukan pendekatan persuasif dan pembinaan,” katanya.

‎Di bidang ekonomi, warga mengeluhkan belum optimalnya keterlibatan UMKM dalam sejumlah program pemerintah, termasuk program makan bergizi. Menanggapi hal itu, Kusmito menyatakan akan mendorong dinas terkait untuk memfasilitasi UMKM dan koperasi agar dapat terlibat aktif, terutama dalam penyediaan bahan kebutuhan seperti telur, ayam, dan komoditas lainnya.

‎Ia juga menyinggung perlunya evaluasi regulasi apabila ditemukan kekosongan hukum yang belum mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembentukan peraturan daerah dapat menjadi solusi apabila diperlukan.

‎Sementara itu, perwakilan tokoh agama menyampaikan komitmen untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan sosial. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan Kota Bengkulu yang religius dan harmonis.

‎Reses ini menegaskan komitmen DPRD Kota Bengkulu untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, akhlak, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.