Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Fachrulsyah, S.P., Anggota DPRD Kota Bengkulu, melaksanakan Reses Pertama Masa Sidang Pertama Tahun 2026 dalam rangka menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Kelurahan Padang Serai, Kelurahan Pagar, Kota Bengkulu, Senin (16/2/2026).

‎Serap Aspirasi Warga, Fachrulsyah Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Infrastruktur Lingkungan.


‎Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, masyarakat menyampaikan berbagai usulan pembangunan, terutama terkait infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan sarana lingkungan. Fachrulsyah menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan warga telah ditampung dan dicatat untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

‎“Nah, hasil reses ini semua kita tampung. Sampai selesai tadi, seluruh aspirasi masyarakat sudah tercatat,” ujar Fachrulsyah usai kegiatan reses.

‎Ia menjelaskan bahwa pada prinsipnya aspirasi masyarakat tidak jauh dari program prioritas Pemerintah Kota Bengkulu, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur. Permasalahan jalan rusak, siring atau saluran drainase, serta akses lingkungan menjadi keluhan utama yang disampaikan warga.

‎Menurutnya, sebagian usulan tersebut sebenarnya telah ditindaklanjuti pada tahun sebelumnya. Beberapa titik jalan dan drainase bahkan sudah dikerjakan pada tahun anggaran berjalan. Hal itu, kata dia, merupakan hasil komunikasi intensif antara dirinya dan masyarakat di luar agenda reses formal.

‎“Sebagian memang sudah dikerjakan tahun ini. Ada juga yang sebelumnya tidak melalui reses, tetapi masyarakat langsung berkomunikasi dengan saya dan sudah kita tindak lanjuti,” jelasnya.

‎Meski demikian, masih terdapat sejumlah usulan yang belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Fachrulsyah menyampaikan bahwa aspirasi yang belum terakomodasi akan dimasukkan dalam daftar usulan perencanaan pembangunan melalui mekanisme resmi, termasuk dalam usulan pokok-pokok pikiran DPRD.

‎Ia menyebutkan, kemungkinan sebagian program baru dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan.

‎“Kita berharap semua bisa menjadi prioritas, tetapi tentu harus disesuaikan dengan anggaran dan tahapan perencanaan. Yang belum terealisasi akan kita masukkan dalam usulan berikutnya,” katanya.

‎Fachrulsyah juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif. Menurutnya, partisipasi warga sangat penting dalam menentukan arah pembangunan di tingkat kelurahan maupun kota.

‎Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program pembangunan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Reses, lanjutnya, bukan sekadar agenda formal, melainkan sarana memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen.

‎Dengan adanya reses ini, diharapkan sinergi antara DPRD dan masyarakat semakin kuat sehingga pembangunan di Kota Bengkulu dapat berjalan merata dan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur serta kenyamanan lingkungan permukiman warga.