Solo, Beritamerdekaonline.com – Ketua Umum DPP Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, melakukan pertemuan strategis dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di kediaman pribadinya di Solo, Jawa Tengah. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi penguatan konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen dalam mengawal keberlanjutan program pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Perteguh Arus Konsolidasi, Laskar Gibran Temui Joko Widodo di Solo.


‎Dalam diskusi yang berlangsung hangat selama kurang lebih dua jam tersebut, Leonardo memaparkan sejumlah agenda krusial organisasi. Salah satu poin utamanya adalah rencana penyelenggaraan Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Laskar Gibran yang akan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

‎”Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus melaporkan perkembangan organisasi. Kami menegaskan bahwa Laskar Gibran tetap solid untuk mendukung serta mengawal penuh seluruh program pemerintahan Prabowo–Gibran agar tepat sasaran bagi masyarakat,” ujar Leonardo Sirait usai pertemuan tersebut.

‎Selain membahas penguatan internal, Laskar Gibran turut memaparkan serangkaian inisiatif program berbasis ekonomi digital. Program-program ini dirancang khusus untuk menciptakan peluang usaha baru dan memperluas lapangan kerja di tingkat akar rumput.
‎Beberapa program unggulan yang diperkenalkan antara lain:

‎- Laundry Kita, Antar Kita, dan Lumbung Kita: Platform layanan jasa dan logistik berbasis komunitas.

‎- KEPUL: Sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang mengedepankan kolaborasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan bersih sekaligus bernilai ekonomi.

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Luar Negeri, Pemerintahan & Otonomi Daerah Laskar Gibran, Arjun Roy, menyampaikan gagasan mengenai pemetaan talenta diaspora Indonesia melalui platform digital.

‎Inisiatif ini bertujuan untuk menjembatani keahlian putra-putri bangsa yang berada di luar negeri dengan kebutuhan pembangunan nasional. Fokus utamanya mencakup sektor alih teknologi, investasi strategis, serta pengembangan ekonomi kreatif guna mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

‎Pertemuan di Solo ini mempertegas peran Laskar Gibran sebagai organisasi masyarakat yang tidak hanya bergerak di ranah politik, tetapi juga aktif dalam kontribusi nyata melalui sinergi program sosial-ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.