Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Rektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu, Prof. Dr. K.H. Khairuddin Wahid, M.Ag., menekankan pentingnya dunia pendidikan tinggi untuk segera beradaptasi dengan perubahan global yang terjadi sangat cepat. Perubahan tersebut dipicu oleh berbagai dinamika, mulai dari gejolak politik internasional, kondisi alam, hingga ketidakpastian ekonomi global.

Rektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu, Prof. Dr. K.H. Khairuddin Wahid, M.Ag.,


‎Dalam keterangannya, Prof. Khairuddin menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Menurutnya, dampak dari ketegangan geopolitik tersebut sudah mulai merambah pada persoalan ekonomi secara nasional maupun global.

“Perubahan itu sangat cepat, disebabkan oleh politik, bencana alam, dan faktor lainnya. Akibat perang di Timur Tengah, kita sudah mulai merasakan persoalan ekonomi. Maka, mau tidak mau dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi, harus menyesuaikan diri,” ujar Rektor, di Bengkulu, Minggu (19/4/2026).

‎Salah satu langkah konkret yang diambil UIN FAS Bengkulu adalah melakukan efisiensi di berbagai lini. Efisiensi ini tidak hanya soal anggaran, tetapi juga menyentuh aspek proses belajar-mengajar guna menjaga stabilitas institusi di tengah tantangan zaman.

‎Penerapan WFH: Kerja dari Rumah, Bukan Libur

‎Sebagai bagian dari adaptasi teknologi dan efisiensi, UIN FAS Bengkulu kini menerapkan sistem kerja lima hari, dengan rincian satu hari dilakukan secara daring atau “Work From Home” (WFH). Prof. Khairuddin menegaskan bahwa kebijakan WFH yang diberlakukan setiap hari Jumat ini sering kali disalahpahami oleh sebagian pihak.

‎Ia menekankan dengan tegas bahwa WFH bukan berarti hari libur bagi dosen maupun tenaga kependidikan.

‎”Saya sudah sampaikan, jangan salah memahami. WFH itu adalah kerja di rumah, bukan libur. Kita memanfaatkan teknologi informasi seperti ponsel pintar (smartphone) untuk memastikan tugas tetap berjalan,” jelasnya.

‎Meskipun sistem kerja mengalami perubahan, Rektor menjamin bahwa kualitas pendidikan dan layanan akademik tidak akan menurun. Ia mewajibkan seluruh civitas akademika untuk tetap responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, terutama dalam hal bimbingan skripsi dan konsultasi perkuliahan.

‎Prof. Khairuddin memberikan instruksi keras agar tidak ada hambatan bagi mahasiswa yang memerlukan koordinasi akademik. Menurutnya, penggunaan sistem digital harusnya mempermudah akses, bukan justru membatasi interaksi antara dosen dan mahasiswa.

‎”Tidak boleh ada hambatan bagi mahasiswa. Baik itu konsultasi skripsi maupun perkuliahan, semuanya harus tetap berjalan. Ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi meskipun terdapat faktor-faktor eksternal yang memaksa kita berubah,” pungkasnya.

‎Dengan langkah ini, UIN FAS Bengkulu berkomitmen untuk tetap menjadi lembaga pendidikan yang tangguh, efisien, dan tetap mengedepankan kualitas pelayanan di tengah pusaran perubahan global yang tidak menentu.