Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 36.845.000 tahun 2025 yang dikucurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), dicurigai janggal, dan tidak etis.

Bagaimana tidak anggaran puluhan juta tersebut yang diperuntukan sebagai Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota, dibelanjakan ke toko RZ Plastik tidak lain milik suami dari Ev Kabid Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD.

“Terpisah belum lagi ditahun 2024, diduga adanya pemalsuan tanda tangan (ttd) dua Kepala Dinas sebelumnya (data diperoleh- red) yang dilakukan oleh Ev Kabid KL BPBD BU, anehnya saat BPK RI Bengkulu melakukan pemeriksaan tahunan di BPBD kenapa bisa lolos, berikut disampaikan sumber kepada media ini.”

Dugaan penyimpangan anggaran logistik BPBD Bengkulu Utara
Pengadaan logistik bencana yang diduga bermasalah di lingkungan BPBD Bengkulu Utara.

“Lanjut terkait keberadaan toko RZ Plastik dimana sebelumnya Ev dikonfirmasi membenarkan bahwasnya toko tersebut milik suami saya akui Ev didampingi pejabat BPBD pada 10 Desember 2025 lalu, sebelum dirinya dimutasikan ke Kesbangpol jabatan Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan BU.”

Kecurigaan, dan terlihat janggal muncul RZ Plastik tapi menjual sembako, setelah ditelusuri media ini dilokasi dimana toko RZ Plastik yang terletak dipasar tradisional moderen Arga Makmur, terlihat kosong tanpa ada barang terpajang dirak sama sekali, selain itu RZ Plastik dengan kondisi hamparan. Kecurigaan juga muncul seperti ketika ada pekerjaan barang ada.

Juga perlu diketahui pekerjaan di teken oleh Rahmad Rizawan, yang pada waktu itu menjabat sebagai Plt BPBD BU.

“Kembali Erviana Kabid KL BPBD Bengkulu Utara dicerca mengenai kondisi toko RZ Plastik yang berbentuk hamparan, dan kondisi tidak terlihat buka dalam beberapa hari ini mengatakan terserah kapan mau buka, untuk barang-barang yang ingin diperoleh kan bisa dipesan dengan alasan mengatakan lebih cepat,” tutupnya, dengan menagis tersedu-sedu dan minta tolong berita jangan dipublikasi.

“Atas temuan diperoleh, kami dari media ini selanjutnya akan melaporkan dan juga menyerahkan berkas ke APH terkait APBD sebesar Rp. 36.845.000 Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota di BPBD Bengkulu Utara, yang diduga janggal dan tidak etis, berikut juga adanya dugaan pemalsuan ttd Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) 2024.” (Yapp)

“Berikut APBD 2025 Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Kabupaten/Kota, yang di belanjakan ke toko milik suami dari kabid tersebut, sebesar Rp 36.845.000.”

1. Mie 40 dus, 150.000 total harga Rp 6.000.000.
2. Beras 40 karung, 85.000 total haga Rp 3.400.000.
3. Tikar gulung 80 pcs, 90.000 total harga Rp 7.200.000.
4. Kain 60 lembar, 110.000 total harga Rp 6.600.000.
5. Terpal 40 lembar, 260.000 total harga Rp 10.400.000.
6. Minyak goreng 60 liter, 23.000 total harga Rp 1.380.000.
7. Asoy 29 pcs, 5.000 total harga Rp 145.000.
8. Gula pasir 40 kg, 20.000 total harga Rp 800.000.
9. Susu 40 kaleng, 20.000 total harga Rp 800.000.
10. Air mineral 5 dus, 24.000 total harga Rp 120.000.