Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Bank Mandiri Area Bengkulu memperkuat sinergi bersama insan pers melalui sosialisasi program “Livin’ Partnership”. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi dan digitalisasi keuangan ini digelar di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, Padang Harapan, Kota Bengkulu, pada Jumat pagi (24/4/2026).

‎Bank Mandiri Dorong Literasi Keuangan Digital, Sosialisasikan Livin’ Partnership ke PWI Bengkulu.


‎Area Transaction and Funding Manager (ATFM) Bank Mandiri Area Bengkulu, Septi Miniarni, menegaskan bahwa peran Bank Mandiri kini melampaui fungsi tradisional sebagai lembaga penyalur dana. Menurutnya, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan di era digital.

‎Bank Mandiri Dorong Literasi Keuangan Digital, Sosialisasikan Livin’ Partnership ke PWI Bengkulu.


‎“Literasi keuangan adalah aspek krusial di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Selain layanan perbankan, kami berfokus pada edukasi kepada masyarakat, termasuk rekan-rekan wartawan di PWI. Kami siap mendukung percepatan transaksi yang lebih efisien dan aman,” ujar Septi.

‎Bank Mandiri membuka ruang kolaborasi luas, baik secara kelembagaan melalui organisasi PWI maupun secara individu bagi para anggotanya. Kerja sama ini mencakup penyediaan produk perbankan komprehensif, mulai dari tabungan, fasilitas kredit, hingga layanan digital mutakhir.

‎Sejalan dengan visi Bank Indonesia, Bank Mandiri terus memacu digitalisasi sistem pembayaran. Fokus utama saat ini adalah perluasan transaksi nontunai melalui optimalisasi “Quick Response Code Indonesian Standard” (QRIS) dan mesin “Electronic Data Capture” (EDC), khususnya di sektor UMKM.

‎“Kami mendorong pelaku usaha untuk beralih dari pencatatan manual ke sistem digital yang terintegrasi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperluas akses keuangan bagi para pelaku usaha di Bengkulu,” tambahnya.

‎Dalam pemaparannya, Septi juga menonjolkan keunggulan aplikasi “Livin’ by Mandiri”. Platform ini memungkinkan nasabah melakukan berbagai aktivitas mulai dari pembukaan rekening, transfer, hingga pengelolaan investasi tanpa perlu mengantre di kantor cabang. Untuk mendukung operasional fisik, Bank Mandiri tetap didukung lebih dari 13.000 unit ATM dan jaringan ATM Link di seluruh Indonesia.

‎Bagi perusahaan media, Bank Mandiri menawarkan layanan “Kopra”. Sistem ini menyediakan solusi penggajian (payroll) yang terintegrasi, sehingga manajemen keuangan perusahaan menjadi lebih transparan, otomatis, dan terdokumentasi dengan baik.

‎“Keuntungan bagi karyawan pun sangat beragam, mulai dari biaya administrasi yang kompetitif, kemudahan akses kartu kredit, hingga fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan proses yang lebih personal dan cepat,” jelas Septi.

‎Menutup sesi diskusi, Bank Mandiri menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif bersama PWI Bengkulu. Meskipun terbuka pada berbagai bentuk kerja sama, Septi menekankan bahwa setiap kolaborasi harus mengedepankan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas sesuai regulasi perbankan yang berlaku.

‎Melalui inisiatif ini, diharapkan anggota PWI Bengkulu dapat menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi finansial. Transformasi digital yang kuat di sektor keuangan diyakini akan menjadi katalisator positif bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu secara berkelanjutan.