Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu resmi memulai babak baru kepengurusan untuk masa bakti 2025-2030. Pelantikan pengurus daerah yang berlangsung khidmat hari ini, Senin (27/4) menjadi momentum krusial bagi arah masa depan industri media siber di Bumi Merah Putih.

Nakhodai JMSI Bengkulu 2025-2030, Dedi Hardiansyah Fokus pada Penguatan Industri Media Berbasis HAM.


‎Ketua JMSI Provinsi Bengkulu yang baru dilantik, Dedi Hardiansyah Putra, mengungkapkan bahwa pelantikan kali ini sengaja disandingkan dengan seminar Hak Asasi Manusia (HAM). Menurutnya, isu HAM merupakan pilar utama yang menjadi prioritas dalam garis perjuangan organisasi ke depan.

‎”Pelantikan hari ini kita sandingkan dengan seminar HAM karena isu ini menjadi salah satu prioritas pekerjaan JMSI. Seluruh fokus program kerja kami nantinya akan berbasis pada penghormatan dan perlindungan HAM,” ujar Dedi Hardiansyah Putra dalam keterangannya pasca-pelantikan, di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu.

‎Dedi menjelaskan bahwa agenda terdekat setelah prosesi pelantikan adalah pelaksanaan rapat kerja (raker) untuk menyusun program kerja strategis. Selain fokus pada advokasi HAM, JMSI Bengkulu berkomitmen untuk mencari solusi agar industri media lokal tetap bisa tumbuh dan berkelanjutan di tengah situasi ekonomi dan geopolitik yang penuh tantangan.

‎Guna mencapai kemandirian industri, JMSI berencana menjajaki kolaborasi dengan berbagai instansi, baik pemerintah maupun sektor swasta. Beberapa pihak yang menjadi target kolaborasi strategis dalam satu tahun ke depan meliputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, hingga perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

‎”Kami akan menyusun program kerja yang berfokus pada pertumbuhan industri media di tengah kondisi ekonomi saat ini. Kolaborasi adalah kunci, baik itu dengan pemerintah, perbankan, maupun aliansi media lainnya agar perusahaan pers di Bengkulu bisa tetap eksis dan berkembang,” tambahnya.

‎Selaras dengan instruksi Ketua Umum JMSI Pusat, Dedi menegaskan bahwa peran JMSI tidak hanya terbatas pada urusan internal pers, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap dinamika pembangunan terkini. Di tengah gempuran informasi yang serba cepat dan kecerdasan buatan (AI), JMSI Bengkulu berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat.

‎”JMSI berupaya memberikan informasi yang telah melalui proses verifikasi yang ketat. Ini bukan sekadar konten yang dihasilkan oleh AI, melainkan karya jurnalistik yang benar-benar terverifikasi untuk memastikan publik mendapatkan kebenaran,” pungkas Dedi.

‎Dengan kepengurusan baru ini, JMSI Provinsi Bengkulu diharapkan mampu menciptakan ekosistem media siber yang sehat, profesional, dan memiliki daya tawar tinggi dalam mengawal pembangunan daerah.