BATANG, Berita Merdeka Online – Upaya memperkuat infrastruktur desa terus dilakukan secara bertahap melalui kerja sama antara TNI dan masyarakat.

Babinsa Koramil 07/Bandar Kodim 0736/Batang, Serka Supriono, turun langsung bersama warga Desa Tambahrejo melaksanakan kegiatan pengecoran tanggul Jembatan Garuda pada Senin (11/05/2026).

Pekerjaan tersebut berlangsung dengan semangat gotong royong.

Warga bersama Babinsa memanfaatkan mesin molen untuk mengaduk material beton sehingga proses pengecoran berjalan lebih cepat, merata, dan efisien.

Penggunaan alat ini juga membantu mengurangi tenaga manual sehingga pekerjaan dapat selesai lebih optimal dalam waktu yang lebih singkat.

Jembatan Garuda sendiri memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.

Akses ini menjadi jalur utama yang menghubungkan permukiman warga dengan area persawahan serta menjadi penghubung antar dusun di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Karena fungsinya yang vital, perbaikan dan penguatan tanggul jembatan menjadi kebutuhan mendesak demi menunjang mobilitas warga sehari-hari.

Serka Supriono menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebatas tugas kewilayahan, tetapi juga wujud kepedulian terhadap kesulitan warga.

Ia menilai kegiatan gotong royong seperti ini masih sangat relevan untuk menjaga kebersamaan sekaligus mempercepat pembangunan desa.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami selalu siap membantu masyarakat. Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan warga. Gotong royong harus terus kita hidupkan karena menjadi kekuatan utama dalam membangun desa,” ungkapnya.

Warga Desa Tambahrejo menyambut positif keterlibatan Babinsa yang ikut bekerja langsung di lapangan.

Mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan serta tenaga tambahan dalam proses pembangunan tanggul jembatan tersebut.

Selain itu, warga juga berharap hasil pekerjaan ini dapat meningkatkan kelancaran akses transportasi, terutama untuk distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama perekonomian desa.

Dengan adanya perbaikan infrastruktur ini, masyarakat optimistis aktivitas ekonomi akan semakin lancar.

Akses yang lebih baik diharapkan mampu membuka peluang pertumbuhan dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

Selain fokus pada percepatan pekerjaan, seluruh pihak juga tetap memperhatikan faktor keselamatan kerja selama proses pengecoran berlangsung. (liem)