SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani kecelakaan tunggal truk ekspedisi di kawasan Tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Rabu (13/5) dini hari, dengan fokus pada keselamatan warga, kelancaran lalu lintas, dan penguatan sistem pengawasan jangka panjang.

Insiden terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ketika truk Hino Dutro milik PT Kantor Pos Madiun mengalami gagal menanjak saat melaju dari arah Surabaya menuju Boja. Kendaraan kemudian mundur, melewati median jalan, dan berhenti di sekitar area SPBU Silayur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan pemerintah langsung menerjunkan petugas gabungan untuk mengamankan lokasi, mengatur arus kendaraan, serta mempercepat penanganan teknis agar kondisi kembali normal.

“Insiden ini menjadi perhatian serius karena kawasan Silayur dikenal memiliki karakteristik tanjakan panjang dengan tingkat kemiringan ekstrem, sehingga memerlukan pengawasan lebih ketat,” ujarnya.

Pemkot Semarang juga menginstruksikan evaluasi menyeluruh bersama Dinas Perhubungan, kepolisian, dan pihak terkait guna memperkuat langkah pencegahan kecelakaan serupa.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi menjadi faktor utama gagal menanjak.

“Meski muatan kendaraan sekitar 4 ton masih sesuai ketentuan, faktor teknis dan keterampilan pengemudi dinilai sangat menentukan keselamatan di jalur tersebut,” katanya.

Sebagai langkah preventif, Pemkot Semarang tengah mempersiapkan pembangunan pos pemantauan permanen di kawasan Silayur yang akan dilengkapi Early Warning System (EWS) serta sistem pengawasan 24 jam.

Pos ini nantinya berfungsi melakukan pemeriksaan dokumen kendaraan, status uji KIR, hingga pengecekan fisik armada sebelum melintasi tanjakan.

Selain pengawasan fisik, pemerintah juga mendorong edukasi berkelanjutan kepada perusahaan angkutan dan pengemudi mengenai standar keselamatan, kesiapan teknis kendaraan, serta teknik berkendara di jalur ekstrem.

Pemkot menegaskan penanganan Silayur tidak hanya bersifat reaktif saat insiden terjadi, tetapi juga diarahkan pada sistem pencegahan berkelanjutan guna meminimalkan risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.(day)