Curup, Beritamerdekaonline.com – Desa Barumanis, Kecamatan Bermani Ulu, berhasil meraih Juara I dalam ajang Anugerah Desa Wisata Rejang Lebong Tahun 2026. Prestasi tersebut diumumkan dalam acara penganugerahan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Senin (8/6/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, kepada para pemenang yang dinilai berhasil mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Juara II diraih Desa Sumber Rejo Transad, Kecamatan Bermani Ulu, sedangkan Juara III diraih Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur. Adapun predikat Desa Wisata Favorit diberikan kepada Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan.
Selain menerima piagam penghargaan dan plakat, para pemenang juga memperoleh uang pembinaan. Juara I menerima Rp6 juta, Juara II Rp5 juta, Juara III Rp3,5 juta, dan Juara Favorit Rp2,5 juta.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Rejang Lebong Pera Heriyani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta para kepala desa peserta lomba.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga meluncurkan logo baru bertajuk “Rejang Lebong Bahagia dan Istimewa”, melepas dua atlet paralayang untuk mengikuti pelatihan di Sekolah Pemandu Wisata Paralayang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Bogor, serta menyerahkan layanan WiFi gratis dari PT Telkom Indonesia untuk kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari.
Sekdakab Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan sektor pariwisata, pelayanan publik, dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.
“Anugerah Desa Wisata merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada pengelola desa wisata yang telah berupaya menggali dan mengembangkan potensi lokal. Desa wisata tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pengelola desa wisata untuk terus berinovasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempertahankan nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas daerah.
Terkait peluncuran logo baru daerah, Iwan menjelaskan bahwa kata “Bahagia” mencerminkan cita-cita mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman, dan tenteram, sedangkan “Istimewa” menggambarkan kekayaan alam, budaya, serta potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Rejang Lebong.
“Logo ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus semangat bersama untuk terus maju,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa Lomba Desa Wisata Tahun 2026 diikuti oleh 16 desa dari berbagai kecamatan.
“Proses penilaian berlangsung sejak Januari hingga Mei 2026 melalui tahapan pendaftaran, seleksi administrasi, verifikasi lapangan, hingga rapat pleno penentuan pemenang,” ujarnya.
Menurut Riki, dewan juri berasal dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, praktisi desa wisata, penggiat kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga perwakilan media.
Usai acara penganugerahan, Sekdakab bersama unsur Forkopimda dan para pejabat meninjau stan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pameran tersebut menampilkan berbagai produk unggulan desa, seperti kopi bubuk, gula merah, makanan ringan, hasil pertanian, serta produk batik khas daerah, termasuk Batik Kaganga, Batik Diwo, dan Batik Besurek Cheka Mode.




Tinggalkan Balasan