Bengkulu Tengah, Beritamerdekaonline.com – Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) wilayah Bengkulu Tengah bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu Tahun 2026 menggelar kegiatan Sosialisasi Literasi Digital Desa di Kantor Desa Talang Tengah II, Kecamatan Pematang Tiga, Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (19/6/2026).

‎Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut mengangkat tema “Literasi Desa Mengenai Pusat Informasi Digital Desa Berbasis Media Sosial Facebook dalam Mendukung Digital Government Desa.” Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi informasi secara positif dan produktif.

‎Kegiatan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta mahasiswa KKN STIA Bengkulu yang tengah melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di wilayah tersebut. Suasana berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

‎Dalam pemaparannya, narasumber dari Relima Perpusnas RI Bengkulu Tengah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Oleh karena itu, desa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi dan pelayanan publik.

‎Salah satu fokus utama dalam sosialisasi tersebut adalah optimalisasi media sosial Facebook sebagai pusat informasi resmi desa. Platform tersebut dipilih karena merupakan media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, sehingga dinilai efektif untuk menyampaikan berbagai informasi penting terkait pemerintahan desa.

‎Melalui pemanfaatan Facebook, pemerintah desa dapat menyampaikan program pembangunan, kegiatan masyarakat, transparansi penggunaan anggaran desa, hingga potensi unggulan yang dimiliki desa secara cepat dan terbuka. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan konsep Digital Government yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

‎Relawan Literasi Masyarakat Bengkulu Tengah, Awandri Akbar, mengatakan bahwa literasi digital saat ini menjadi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa.

‎“Kita berharap melalui sosialisasi ini, Desa Talang Tengah II dapat menjadi pelopor dalam penerapan Digital Government di Kecamatan Pematang Tiga. Dengan demikian, pelayanan dan informasi desa dapat diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat melalui telepon pintar yang mereka miliki,” ujarnya.

‎Sementara itu, mahasiswa KKN STIA Bengkulu turut memberikan pendampingan kepada perangkat desa dalam menyusun strategi pengelolaan konten media sosial yang informatif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Mereka juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyaring informasi sebelum dibagikan untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang kerap ditemukan di ruang digital.

‎Kepala Desa Talang Tengah II menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi literasi digital sangat penting untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi secara bijaksana demi mendukung pembangunan desa yang lebih maju.

‎Melalui kolaborasi antara Relima Perpusnas RI Bengkulu Tengah dan Mahasiswa KKN STIA Bengkulu Tahun 2026, diharapkan penerapan Digital Government di Desa Talang Tengah II dapat berjalan secara berkelanjutan. Sinergi antara relawan literasi, akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat diyakini mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.