Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan usahanya. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pegadaian Syariah Cabang Bengkulu bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu menggelar kegiatan Literasi Produk Mikro Syariah bertajuk “Pembiayaan Produktif Pegadaian bagi UMKM dan Pengusaha Muda” di aula Kraving Coffee, Roasting, Coffee Bar, Bakery & Billiard di Jalan Pangeran Natadirja Km 7, Lingkar Barat, Kota Bengkulu, Senin (29/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pegadaian Syariah dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengusaha muda, agar semakin memahami berbagai pilihan pembiayaan berbasis syariah yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha dan mendorong pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Bengkulu, Heriyadi, mengatakan masih banyak masyarakat yang mengenal Pegadaian hanya sebagai tempat menggadaikan perhiasan. Padahal, saat ini Pegadaian Syariah telah memiliki beragam layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk pembiayaan produktif bagi pelaku usaha.
”Pegadaian Syariah tidak hanya menyediakan layanan gadai perhiasan. Kami juga memiliki berbagai produk pembiayaan, kredit produktif, hingga investasi emas, baik dalam bentuk emas batangan fisik maupun tabungan emas digital. Seluruh layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk mengembangkan usahanya,” ujar Heriyadi.
Menurutnya, pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai dengan prinsip syariah dapat menjadi salah satu solusi bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis tanpa harus khawatir terhadap mekanisme pembiayaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
Karena itu, Pegadaian Syariah terus memperluas edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi agar semakin banyak pelaku usaha yang mengenal sekaligus memanfaatkan layanan yang tersedia.
Heriyadi berharap kolaborasi dengan HIPMI Bengkulu tidak berhenti pada kegiatan literasi semata, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang mampu membuka akses pembiayaan bagi lebih banyak UMKM di Provinsi Bengkulu.
Ia menegaskan bahwa Pegadaian Syariah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang BPD HIPMI Bengkulu, Singgih Tri Wibowo, didampingi Bendahara Umum BPD HIPMI Bengkulu Ihsan Sobari, menyambut baik inisiatif Pegadaian Syariah yang menghadirkan edukasi mengenai pembiayaan produktif kepada para anggota HIPMI dan pelaku usaha muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha sekaligus memperluas peluang kolaborasi antara dunia usaha dengan lembaga keuangan.
”Kegiatan ini diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas sekaligus memperbesar akses permodalan bagi UMKM di Provinsi Bengkulu, khususnya anggota HIPMI. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, kami berharap para pelaku usaha mampu meningkatkan skala usahanya dan menjadi lebih kompetitif,” kata Singgih.
Melalui sinergi tersebut, Pegadaian Syariah Bengkulu dan BPD HIPMI Bengkulu berkomitmen terus mendorong peningkatan literasi keuangan syariah sekaligus memperkuat akses pembiayaan produktif bagi UMKM. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan