Kabupaten Semarang, Beritamerdekaonline– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan.
Sejak resmi dibuka pada 15 Juli 2026, TMMD Reguler Ke-129 menjadi wadah kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa secara menyeluruh. Selain pembangunan fisik, berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat terus dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan warga dalam jangka panjang.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian Satgas TMMD adalah optimalisasi budidaya ternak kambing milik Bapak Riyadi (50), warga Desa Cukil. Melalui pendampingan dan edukasi yang diberikan, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan peternakan yang baik guna meningkatkan produktivitas ternak dan hasil usaha peternakan.
Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai teknik pemeliharaan kambing yang tepat, mulai dari penyediaan pakan berkualitas, menjaga kebersihan kandang, pengelolaan sanitasi lingkungan, hingga langkah-langkah pencegahan penyakit ternak agar kesehatan dan produktivitas kambing tetap terjaga, Sabtu (18/7/2026).
Bapak Riyadi mengaku senang dengan perhatian dan pendampingan yang diberikan melalui program TMMD. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh dapat membantu dirinya mengelola usaha peternakan dengan lebih baik sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal.
Budidaya kambing memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat. Selain menjadi sumber protein hewani yang penting bagi keluarga, usaha peternakan kambing juga mampu memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.
Satgas TMMD menilai sektor peternakan rakyat merupakan salah satu potensi yang perlu terus dikembangkan karena mampu mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan kepada peternak menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan TMMD.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha peternakan sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga. Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, produktivitas ternak dapat meningkat sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan warga.
Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD juga terlihat dalam kegiatan pemberdayaan peternakan ini. Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat tidak hanya membantu membangun sarana dan prasarana desa, tetapi juga memberikan dorongan dan motivasi kepada warga untuk terus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Program TMMD Reguler Ke-129 membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui jalan, jembatan, maupun fasilitas umum lainnya. Pembangunan juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan optimalisasi budidaya ternak kambing yang terus dikembangkan, diharapkan Desa Cukil mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan kemandirian ekonomi yang menjadi tujuan bersama dalam pembangunan desa. (Ikhsan )
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan