Asahan, Beritamerdekaonline.com – Dengan aksi menuntut hak dan kewajiban Kepala Desa Ambalutu, Heri Kusmiadi S.Pd.I, yang dikenal sebagai pemimpin yang berjuang untuk kepentingan bersama, melakukan unjuk rasa bersama warganya kekantor PTPN III Kebun Ambalutu, Desa Ambalutu, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Selasa (14/7/2020).
Menurut keterangan selaku Kepala Desa Ambalutu Heri Kusmiadi S.Pd.I, kepada Beritamerdekaonline, “Saya siap mendukung masyarakat dalam memperjuangkan haknya yang telah diinjak injak oleh PTPN III Kebun Ambalutu.”.
” Yang hanya menguntungkan Perusahaan semata tanpa memikirkan masyarakat sekitar,” ucap Kades Heri.
Adapun yang ingin kami perjuangkan adalah:
- Selama hampir 15 tahun tidak ada CSR yang masuk ke wilayah Desa Ambalutu.
- Secara Undang undang putra Daerah yang dilindungi hukum yakni melalui wadah Pemdes, tidak adanya kesejahteraan pemuda setempat baik dalam masalah penerimaan apapun dan termasuk persoalan Peroyek proyek yang masuk wilayah perkebunan yang notabenenya adalah dibawah Pemdes Ambalutu.
- Kami akan merebut kembali tanah tanah yang sebenarnya juga bukan merupakan HGU. Dengan fakta selama 7 tahun belakangan ini, pengukuran tidak melibatkan perbatasan Pemdes.
- Kami akan melakukan penanaman diwilayah DAS. Serta juga berhak sebagai Pemdes untuk melestarikan tanaman, pohon yang melindungi erosi dan penguasaan wilayahnya.
- Kami akan membuat Perdes tentang ketidak pedulian Perusahaan, terhadap jalan selama lebih kurang 40 tahun yang setiap hari hasil lebih kurang 70 ton melintasi jalan.
- Kami juga akan mengajukan tuntutan atas tidak dipekerjakannya Putra Daerah dalam mengelola proyek.
- Kami akan memasang plank disepanjang areal HGU atau areal yang tidak dikerjakan oleh Perusahaan.
“ yang terakhir, kami akan melakukan unjuk rasa kembali yang sebesar-besarnya terhadap distrik Asahan kebun Ambalutu apabila ajuan kami tidak dipenuhi. Hal ini tidak perlu melakukan konfirmasi kerena kami rakyat dan pemerintah yang tertindas, Merdeka.” ungkap Kades Heri.
Lebih lanjut Heri mengatakan, tidak akan pernah mau bernegosiasi jika permintaan masyarakat tidak dipenuhi. Saya akan terus menerus memperjuangkan rakyat sampai akhir hayat.
“Sudah lebih kurang 25 tahun, saya menghargai semuannya. Karena yang dibela selama ini adalah orang yang menyakiti. Lebih baik berjuang dari pada harus mengalah terus.” Tambah Heri.
“Kami juga akan menggugat Perusahaan yang tidak adil terhadap Karyawan, yang mencuri ada sebagian ditangkap lalu dipecat. Tetapi ada juga yang selamat, ini ada apa,” kata Heri dengan nada perjuangan dan mengucapkan Merdeka.
Penulis: (DODI ANTONI)
Editor: (Mitra Pizer)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan