BREBES, Berita Merdeka Online – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, menggelar lomba _fashion show_ busana muslim tingkat Kabupaten Brebes, Ahad (18/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta kepercayaan diri melalui penampilan busana muslim yang santun dan elegan.

Acara dibuka oleh Ketua Ranting NU Desa Klampok, Ustadz Abdul Khalik.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berprestasi.

Perlombaan dibagi menjadi dua kategori usia, yakni Kategori A untuk peserta berusia 4–8 tahun dan Kategori B bagi kelompok usia 9–15 tahun.

Panitia memberikan penghargaan kepada para pemenang berdasarkan hasil penilaian terhadap penampilan dan kreativitas peserta.

Berikut nama-nama peraih juara utama dalam masing-masing kategori:

Kategori A (Usia 4–8 Tahun)

– Juara 1: Farah Panggih Rizkya
– Juara 2: Manda Jiwani Nidhana
– Juara 3: Ayunira Wulan Pratisena

Kategori B (Usia 9–15 Tahun)

– Juara 1: Devalora Ramadhan Gibran
– Juara 2: Luveena Queenorlin P
– Juara 3: Alesha Karennika

Selain juara utama, panitia juga memberikan penghargaan Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3 pada setiap kategori. Penghargaan khusus meliputi _Best Catwalk_, _Best Costume_, _Best Make Up_, Juara Favorit, Berbakat, dan Fotogenik.

Pemberian berbagai penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kemampuan dan potensi peserta.

Melalui pengalaman berkompetisi, anak-anak diharapkan mampu mengasah keberanian, kedisiplinan, sportivitas, serta rasa percaya diri sejak usia dini.

Kepala Desa Klampok, Nasikhatun Fitriyani, S.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan lomba _fashion show_ busana muslim yang diinisiasi oleh Ranting NU Desa Klampok.

Menurutnya, kegiatan positif semacam ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus mengenal nilai-nilai keislaman melalui pendekatan yang kreatif dan edukatif.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, dan meraih prestasi.

Dukungan organisasi keagamaan, pemerintah desa, serta masyarakat juga dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak, baik dalam bidang keagamaan, seni, budaya, maupun pendidikan.

Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus meneguhkan kontribusi mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui lomba _fashion show_ busana muslim, Ranting NU Desa Klampok menghadirkan bentuk perayaan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kreativitas generasi muda.

Kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap identitas keislaman.

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan akhlak mulia, keberanian, dan semangat berkarya sejak dini.

Semarak Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus mendukung lahirnya generasi yang religius, kreatif, berprestasi, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air. (Wawan Bambang AK)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.