SEMARANG, Berita Merdeka Online – Bawaslu Kota Semarang memperkuat edukasi politik kepada masyarakat untuk mencegah praktik politik uang menjelang Pemilu 2029.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi yang melibatkan partai politik dan berbagai elemen masyarakat di Aula Kecamatan Mijen, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan bertema Sinergi Komitmen Partai dan Masyarakat dalam Mewujudkan Demokrasi Anti-Politik Uang ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga proses demokrasi agar tidak dicederai praktik jual beli suara.

Sosialisasi dihadiri Camat Mijen Suhartini, Danramil Mijen, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, PKK, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, mantan anggota Panwascam dan PPK, hingga insan media.

Dalam sambutannya, Suhartini menegaskan bahwa pemahaman politik harus dibangun sejak awal, bukan hanya ketika tahapan pemilu mulai berlangsung.

Masyarakat perlu memiliki bekal untuk menilai calon pemimpin secara objektif sebelum menentukan pilihan.

Ia mengingatkan agar warga tidak menjadikan pemberian uang atau materi sebagai pertimbangan dalam menentukan pilihan politik.

Menurutnya, rekam jejak, kualitas, dan kemampuan calon pemimpin harus menjadi pertimbangan utama.

Ia juga berharap peserta sosialisasi menyampaikan kembali pesan ant politik uang kepada warga di lingkungan masing-masing.

Dari kalangan partai politik, perwakilan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang, Zufa Puri Ardian, menyampaikan pentingnya meningkatkan literasi politik dan pemahaman hukum di tengah masyarakat.

Ia menilai masyarakat yang memahami persoalan pemerintahan dan peraturan akan lebih mampu bersikap kritis, termasuk saat menerima informasi menjelang pemilu.

“Seluruh masyarakat harus sadar dan melek terhadap hukum dan pemerintahan. Dengan pemahaman yang kuat, masyarakat akan mampu memilah informasi dengan bijak, mana yang merupakan berita hoaks dan mana informasi yang sesuai dengan fakta,” ujar Zufa.

Sementara itu, anggota Bawaslu Kota Semarang, Euis Noor Faoziah, mengingatkan bahwa politik uang tidak boleh dianggap sebagai hal lumrah dalam kontestasi politik.

Praktik tersebut dinilai berpotensi menggerus integritas pemilu karena dapat memengaruhi kebebasan pemilih dalam menentukan pemimpin.

Karena itu, masyarakat diminta berani menolak pemberian yang bertujuan memengaruhi suara.

Euis menekankan bahwa keputusan politik seharusnya lahir dari pertimbangan rasional dan hati nurani, bukan karena imbalan sesaat yang berpotensi membawa dampak panjang bagi demokrasi.

Ia juga mendorong masyarakat tidak bersikap pasif ketika mengetahui adanya dugaan pelanggaran pemilu.

Warga dapat berkontribusi melalui pengawasan partisipatif dan menyampaikan laporan kepada Bawaslu dengan menyertakan informasi serta bukti pendukung.

“Jika masyarakat mengetahui atau menemukan dugaan praktik politik uang, jangan takut untuk melapor kepada Bawaslu Kota Semarang. Sampaikan informasi yang diketahui disertai bukti atau keterangan pendukung agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai bentuk pengawasan pemilu serta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan dugaan pelanggaran.

Bawaslu Kota Semarang berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong keterlibatan nyata masyarakat dalam menjaga demokrasi.

Sinergi antara pemerintah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, kelompok pemuda, penyandang disabilitas, dan media dinilai penting untuk memperluas edukasi politik hingga tingkat lingkungan.

Melalui upaya tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menolak politik uang dan berani menjaga hak pilihnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Pemilu 2029 yang jujur, adil, dan berintegritas. (lim)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.