BREBES, Berita Merdeka Online – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menggelar Parade 100 Terbang dan Lomba Kaligrafi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli MTs Al Ittihadiyah, Rabu (21/10/2026), tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya Islami, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai kelompok hadroh, pelajar, serta masyarakat Desa Kalijurang. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran ratusan masyarakat yang turut menyaksikan dan mengikuti kemeriahan peringatan Hari Santri Nasional tersebut.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba kaligrafi yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan seni dalam mengekspresikan nilai-nilai Islam melalui keindahan tulisan Arab.
Penilaian lomba meliputi aspek kerapian, keindahan, estetika, serta kreativitas dalam memadukan warna.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu mengasah keterampilan artistik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap seni kaligrafi sebagai bagian dari khazanah kebudayaan Islam.
Sementara itu, Parade 100 Terbang diikuti sejumlah grup hadroh, diantaranya Al Hidayah, As Syafaatul Qolbi, Al Mukarromah, Al Khasanah, Al Istiqomah, Syafa Annisa, Adiyudha, Al Hawa, Al Hilal, IPNU Desa Kalijurang, serta Al Ittihadiyah MTs Kalijurang.
Lantunan selawat, pembacaan Barzanji, serta lagu-lagu religi Islami menggema sepanjang kegiatan. Penampilan kelompok-kelompok hadroh tersebut menghadirkan suasana religius sekaligus memperkuat kebersamaan antara generasi muda, tokoh agama, dan masyarakat.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan tari sufi dari Brebes yang menambah daya tarik rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Desa Kalijurang.
Ketua Panitia, Zidmi Ilman Ramandhani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Desa Kalijurang.
Menurutnya, peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan dan penghormatan kepada para ulama, santri, pondok pesantren, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta lembaga pendidikan diniyah yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
“Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, kami berharap kecintaan masyarakat terhadap ulama, santri, pondok pesantren, TPQ, dan pendidikan diniyah semakin kuat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, mempererat ukhuwah, serta mendorong generasi muda agar lebih giat belajar, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Ijmi.
Ia berharap semangat Hari Santri dapat menjadi motivasi bagi para pemuda dan pemudi untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan desa, baik melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan karakter, maupun keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kalijurang, para ulama, tokoh masyarakat, seluruh peserta, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan untuk mewujudkan Desa Kalijurang yang lebih baik dan maju,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan Pemerintah Desa Kalijurang.
Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat, tokoh agama, dan seluruh unsur kemasyarakatan merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan sejahtera.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang senantiasa mendukung kegiatan dan program Pemerintah Desa Kalijurang,” ungkap Edi Riyanto.
Kemudian, kami juga memohon doa, dukungan, serta bimbingan dari para alim ulama, tokoh masyarakat, ibu-ibu Muslimat, Fatayat, dan seluruh elemen masyarakat agar kami dapat terus menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya demi mewujudkan Kalijurang yang semakin makmur, maju, dan sejahtera.
Ia juga berharap peringatan Hari Santri Nasional dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kemajuan desa.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan kemajuan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan moral, pendidikan, dan kehidupan sosial keagamaan.
Dalam konteks sejarah bangsa, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus mengapresiasi kontribusi mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai perjuangan tersebut diharapkan terus hidup melalui peran santri dan generasi muda dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemerintah Desa Kalijurang berharap semangat religiusitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi inspirasi untuk memperkuat karakter generasi muda dan mendorong terwujudnya Desa Kalijurang yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera. (Wawan Bambang AK)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan