Barito Utara, Berita Merdeka Online – Desa Rubei, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, tengah menghadapi bencana banjir besar sejak Kamis, 17 April 2025. Derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut, ditambah banjir kiriman dari daerah hulu, menyebabkan seluruh rumah di desa ini terendam air. 22 April 2025.

Kepala Desa Rubei, Suriadi, didampingi Ketua BPD, mengungkapkan bahwa sebanyak 65 kepala keluarga atau sekitar 186 jiwa terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, setidaknya 35 rumah warga mengalami rendaman parah dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Aktivitas masyarakat lumpuh total. Warga tidak bisa keluar rumah, bekerja, atau menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami bertahan di rumah sambil menyelamatkan barang-barang penting. Hingga saat ini, belum ada bantuan yang kami terima dari pemerintah ataupun pihak lainnya,” keluh Kepala Desa Suriadi.

Situasi makin sulit karena sebagian warga terpaksa membangun tempat tidur darurat dari barang seadanya untuk menghindari genangan air di dalam rumah. Banyak dari mereka kini menumpang di rumah kerabat atau tetangga yang memiliki posisi rumah lebih tinggi, sambil menanti air surut. Jalanan desa tak bisa diakses dengan kendaraan darat; satu-satunya cara menuju rumah-rumah warga hanya bisa melalui jukung atau sampan kecil

Warga Desa Rubei membuat tempat tidur darurat akibat banjir yang merendam rumah mereka
Warga Desa Rubei bertahan di rumah terendam banjir

Ketua BPD Desa Rubei menegaskan bahwa seluruh warga masih dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa. Namun ia mengaku prihatin karena hingga kini belum ada perhatian atau bantuan darurat dari instansi terkait.

“Kami hanya bisa bertahan makan seadanya. Seluruh warga tidak bisa bekerja. Seharusnya dalam kondisi seperti ini, bantuan tanggap darurat segera turun,” tambahnya.

Saat media mencoba menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, belum ada tanggapan resmi yang diterima. Salah satu staf BPBD menyebut bahwa wewenang untuk memberikan pernyataan ada di tangan atasan dan ia tidak bisa memberi komentar lebih lanjut.

Banjir yang melanda Desa Rubei menjadi peringatan serius akan perlunya sistem tanggap bencana yang lebih cepat dan tepat sasaran. Ketika masyarakat sudah berhari-hari hidup dalam genangan air tanpa bantuan, ketahanan mereka pun makin tergerus. Bantuan logistik, medis, dan evakuasi semestinya segera disalurkan untuk meringankan beban warga terdampak.

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan. Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan pangan dan logistik, tapi juga dukungan psikologis dan jaminan keselamatan hingga banjir benar-benar surut dan aktivitas dapat kembali normal. (Caely)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.