BOJONEGORO – Bukan hanya membangun jalan dan rumah, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro juga berhasil membangun ikatan emosional dengan masyarakat. Salah satu momen yang menyentuh hati terjadi di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Minggu (19/7/2026), ketika seorang prajurit TNI menggandeng tangan seorang balita yang mengenakan seragam loreng mini sambil berjalan santai menyusuri jalan desa.
Pemandangan sederhana itu sontak mencuri perhatian warga. Di tengah padatnya aktivitas pembangunan TMMD, suasana berubah hangat ketika prajurit TNI berbincang santai bersama warga dan anak-anak. Tak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Yang terlihat justru kebersamaan layaknya keluarga besar.
Di sisi lain, dua remaja desa ikut berjalan berdampingan sambil bercengkerama dengan anggota Satgas. Tawa mereka memecah suasana sore, menghadirkan wajah lain dari program TMMD yang tak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan sosial.
Komunikasi sosial (Komsos) menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Melalui interaksi langsung, para prajurit berusaha mengenal kehidupan masyarakat lebih dekat, mendengar aspirasi warga, sekaligus memperkuat hubungan emosional yang menjadi fondasi kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Kami hadir bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga ingin menjadi bagian dari keluarga masyarakat. Dari obrolan sederhana seperti ini, kami bisa memahami harapan dan kebutuhan warga secara langsung,” ujar Prada Wasikan.
Bagi masyarakat Desa Kesongo, kehadiran Satgas TMMD menghadirkan kesan berbeda. Para prajurit tidak hanya dikenal sebagai aparat negara, tetapi juga menjadi sosok yang ramah, mudah bergaul, dan dekat dengan anak-anak maupun warga.
Momen balita yang menggenggam erat tangan prajurit TNI menjadi simbol kuat bahwa nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air dapat tumbuh melalui sentuhan-sentuhan sederhana yang penuh ketulusan.
Program TMMD ke-129 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” memang tidak hanya menghasilkan pembangunan jalan cor beton, rehabilitasi rumah layak huni, maupun fasilitas umum lainnya. Lebih dari itu, program ini menghadirkan hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.
Kedekatan tersebut juga berdampak pada meningkatnya semangat gotong royong warga dalam menyukseskan berbagai sasaran pembangunan. Kehadiran Satgas menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terlibat aktif membangun desanya sendiri.
Saat program TMMD nantinya berakhir, hasil pembangunan fisik akan tetap menjadi manfaat bagi masyarakat. Namun yang lebih berharga adalah jejak persaudaraan, kehangatan, dan rasa saling percaya yang telah tumbuh selama para prajurit berada di tengah warga.
Dari Desa Kesongo, TMMD kembali membuktikan bahwa membangun negeri bukan hanya soal beton dan bangunan, tetapi juga tentang membangun hati, merawat kebersamaan, dan menghadirkan harapan bagi generasi masa depan.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan