Kabupaten Semarang, Beritamerdekaonline – Kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Jika biasanya prajurit TNI identik dengan pekerjaan berat di lokasi pembangunan, kali ini suasana berbeda terlihat di dapur umum warga, tempat para personel Satgas TMMD turut membantu ibu-ibu menyiapkan kebutuhan logistik bagi para pekerja, Minggu (19/7/2026).

Sejak pagi, dapur umum yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat sudah dipenuhi aktivitas. Kepulan asap kayu bakar tampak mengepul dari tungku-tungku sederhana yang digunakan untuk menyiapkan makanan bagi personel Satgas TMMD dan warga yang terlibat dalam kegiatan pembangunan.
Meningkatnya kebutuhan logistik selama pelaksanaan TMMD membuat para ibu rumah tangga harus bekerja lebih keras. Melihat kesibukan tersebut, sejumlah personel Satgas TMMD tanpa ragu turun tangan membantu pekerjaan dapur yang selama ini identik dengan aktivitas kaum perempuan.

Pemandangan hangat pun tercipta ketika para prajurit berseragam loreng duduk bersama ibu-ibu warga, mencuci beras, memilah bahan makanan, dan membantu menyiapkan kebutuhan memasak. Tidak ada sekat antara TNI dan masyarakat. Canda tawa serta obrolan ringan mengalir begitu saja di tengah kesibukan menyiapkan konsumsi untuk para pekerja di lapangan.

Bagi warga, kehadiran para prajurit di dapur umum menjadi pengalaman yang mengesankan. Mereka tidak menyangka anggota TNI yang sehari-hari bekerja di lokasi pembangunan juga bersedia membantu pekerjaan dapur dengan penuh keikhlasan.
Salah seorang warga mengaku merasa terbantu sekaligus bangga melihat personel Satgas TMMD membaur bersama masyarakat dalam berbagai aktivitas.

“Kami sangat senang. Biasanya bapak-bapak TNI kami lihat bekerja di lapangan, mengangkat material dan membangun jalan. Hari ini mereka ikut membantu kami mencuci beras dan menyiapkan makanan. Rasanya seperti keluarga sendiri,” ungkap salah seorang ibu warga Desa Cukil.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian TNI dalam program TMMD tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Kehadiran personel Satgas di dapur umum tidak hanya meringankan pekerjaan ibu-ibu, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Suasana akrab yang tercipta memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi ruh utama pelaksanaan TMMD.

Bagi masyarakat Desa Cukil, momen sederhana seperti mencuci beras bersama memiliki makna yang mendalam. Mereka melihat para prajurit bukan sekadar aparat negara yang datang menjalankan tugas, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat yang turut merasakan suka dan duka selama pelaksanaan pembangunan berlangsung.
Ketika waktu makan siang tiba, nasi yang disiapkan secara gotong royong itu pun tersaji untuk para pekerja di lokasi TMMD. Di balik setiap suapan, tersimpan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program pembangunan desa.

TMMD Reguler ke-129 kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya terbangun melalui pekerjaan besar di lapangan, tetapi juga melalui kepedulian dalam aktivitas sehari-hari. Dari sebuah dapur sederhana di Desa Cukil, lahir kisah kebersamaan yang menunjukkan bahwa pengabdian sejati dimulai dari kesediaan untuk membantu sesama, sekecil apa pun bentuknya. (Ikhsan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.