Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), kondisi ekonomi di Provinsi Bengkulu dinilai masih menunjukkan resiliensi yang kuat. Hal ini tercermin dari penyaluran dan kualitas kredit di sektor perbankan yang tetap terjaga dengan baik.

‎Vice President Bank Mandiri Area Bengkulu, Teguh Prakoso.


‎Vice President Bank Mandiri Area Bengkulu, Teguh Prakoso, mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi di Bumi Merah Putih masih berjalan positif. Menurutnya, serapan kredit yang masih tinggi menjadi indikator nyata bahwa roda ekonomi daerah tetap berputar meski dibayangi tantangan global.

‎”Kredit Bank Mandiri masih banyak, artinya kondisi ekonomi masih terlihat berjalan bagus di sini. Memang ada pengaruh geopolitik dan kenaikan BBM non subsidi yang mungkin dampaknya akan bersifat sistemik ke depan, namun untuk saat ini kondisi di Bengkulu masih aman,” ujar Teguh, usai menghadiri kegiatan “Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH)” disinergikan dengan “Festival Edukasi Inklusi dan Inflasi (FLEKSI)” tahun 2026 yang dihelat Bank Indonesia, di atrium Bencoolen Mall, Jumat (24/4/2026).

‎Teguh menjelaskan bahwa optimisme ini bukan tanpa dasar. Bank Mandiri senada dengan kajian yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta proyeksi dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

‎”Pak Gubernur selalu menyampaikan bahwa kondisi kita masih baik-baik saja dan tetap tumbuh. Kami berpatokan pada hal tersebut karena data di lapangan memang sejalan,” tambahnya.

‎Meski secara umum stabil, Teguh tidak menampik adanya sedikit perlambatan akibat kenaikan harga beberapa komoditas. Sebagai daerah penghasil batubara, Bengkulu sebenarnya diuntungkan dengan kenaikan harga batubara internasional. Namun, kebijakan pemerintah terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang membatasi kuota produksi memberikan pengaruh tersendiri.

‎”Ada kebijakan RKAB batubara yang dipotong (kuotanya). Jadi, meskipun semangat kerja tinggi, produksinya menurun. Ini yang menyebabkan sedikit perlambatan, tapi aktivitas tetap berjalan,” jelasnya.

‎Menanggapi kekhawatiran mengenai kemampuan bayar nasabah di tengah situasi ekonomi saat ini, Teguh menegaskan bahwa portofolio kredit di Bank Mandiri, khususnya di wilayah Bengkulu, masih dalam kategori sangat sehat.

‎”Sampai sekarang kualitas kredit di Bank Mandiri masih terjaga dengan baik (NPL Aman). Tidak ada kendala pembayaran, semuanya aman. Terutama untuk kredit program, kualitasnya masih sangat baik sekali,” pungkas Teguh.

‎Dengan kualitas kredit yang terjaga, perbankan optimistis dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memberikan ruang bagi pelaku usaha di Bengkulu untuk tetap berkembang di tahun 2026 ini.