Kutacane, Berita Merdeka Online – Jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah di Aceh Tenggara. Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bersama Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disdagperinaker) Aceh Tenggara (Agara) gelar Pasar Murah di 16 Kecamatan di Aceh Tenggara.
Pelaksanaan pasar murah itu dilaksanakan mulai 5 Juli hingga 10 Juli 2021. hal itu juga merupakan salah satu upaya dari Disperindag Aceh dan Disdagperinaker Agara untuk menstabilkan harga Kebutuhan pokok dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah di Aceh Tenggara, sekaligus sebagai solusi untuk mengatasi dampak ekonomi bagi masyarakat yang diakibatkan penyebaran Covid 19.
“Disperindag Aceh dan Disdagperinaker Aceh tenggara menggelar pasar murah untuk meminimalisir kelangkaan kebutuhan bahan pokok dan lonjakan harga jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah”, kata Kepala Dinas Dagperinaker Agara Ramisin. SE, melalui sekretarisnya Mulyadi. S.Pd, M.Pd, Rabu 07/06/2021.
Kata Muliadi, Selain menjaga terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat, pihaknya juga berharap pasar murah itu dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi covid 19.
Selain itu, pelaksanaan pasar murah kali ini dilakukan di lokasi yang berbeda-beda dimana Dinas Perindag Aceh melayani sebanyak empat lokasi pasar murah yakni Kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Bambel, Kecamatan Bukit Tusam dan Kecamatan Lawe Bulan.
Kemudian untuk Dinas Dagperinaker Agara melayani 12 di lokasi yakni Kecamatan Leuser, Babul Makmur, Lawe Sigala-gala, Semadam, Lawe Sumur, Babussalam, Badar, Deleng Pokhkisen, Ketambe, Darul Hasanah, Lawe Alas dan Babul Rahmah.
Pemerintah menyediakan subsidi untuk lima kebutuhan bahan pokok yang pasarkan yakni beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan telur ayam, harga dipasarkan dalam pasar itu
Yakni Beras . Rp 8 ribu per Kilogram, gula pasir Rp 10 ribu per Kilogram, minyak goreng Rp 13 ribu per liter, tepung terigu Rp 6 ribu Kg dan telur ayam 35 ribu per papan.
Dalam pelaksanaan pasar murah itu tetap mengutamakan Protkes untuk menghindari penyebaran virus covid- 19, dan kegiatan itu juga dilakukan dengan sistem mobile dan delivery langsung ke kawasan rumah penduduk di masing- masing Kecamatan.
Salah satu warga, Doni menyebutkan pasar murah yang digelar oleh Disperidag Aceh dan Disdangperinaker Agara itu sangat membantu masyarakat dimasa pendemi covid-19 sekarang ini, dimana harga yang dipasarkan oleh dinas itu lebih murah dari pada pasar, tandasnya (Basri)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan