Aceh timur, Beritamerdekaonline.com – Juru Bicara Komite Peralihan Aceh(KPA), wilayah peureulak, Kabupaten Aceh timur, Muntasir (foto head shot)atau sering di sapa AG angkat bicara selama ini, terkait ada mengaku oknum aktivis yang ingin membenturkan KPA dengan rakyat untuk memprovokasi dan mencibtakan isu isu murahan,hal ini di sampaikan,Jumat (12/06/2020),

Menurut Muntasir, Padahal KPA hadir di tengah perdamaian MOU helsinky dan diakui dunia bahwa GAM menjadi Komite Peralihan Aceh (KPA) tidak melanggar isi kesepakatan perjanjian Damai MOU Helsinky.
,Muntasir alias AG berharap kepada anggota KPA agar tidak terprovokasi karena ada yang ingin memecah belah rakyat dengan KPA, lanjut muntasir,untuk Jajaran KPA wilayah peureulak agar jangan terpancing isu isu yang tidak jelas sumber, dan di harapkan kepada mantan Kombatan Gam wilayah peureulak agar menahan diri, karena dalam situasi pasca perdamaian bumi Aceh sudah kondusif
Muntasir alias AG di hadapan Pemuda Melenial Barisan muhammad Leubeng, mendesak kepada oknum yang mengaku aktivis Aceh Timur untuk meminta maaf tentang pernyataan bahwa kehadiran nama Gerakan Aceh Merdeka (Gam) di Aceh yang masih exsis dan memiliki pemimpin dan pasukan
Menurut AG ini pernyataan yang salah, hari ini KPA dan para Kombatan personil GAM masih di terima di kalangan rakyat Aceh, kita desak oknum aktivis tersebut agar meminta maaf kepada KPA Peureulak khususnya, umumnya KPA Aceh karena pernyataan tersebut bisa memecah belah perdamaian yang ada di bumi Aceh,Kritik boleh tapi jangan memperkeruh suasana Aceh timur oleh oknum oknum mengatasnamakan aktivis padahal cuma kepentingan mencari viral demikian papar AG salah satu orang kepercayaan Muzakir manaf(Mualem)yaitu ketua Partai Aceh (PA). (MR)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan