KUTACANE, Beritamerdekaonline.com -Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar (DPP Golkar), Airlangga Hartarto menyerahkan paket Umroh kepada Ustad Zaid Maulana melalui Ketua DPD-II Golkar Aceh Tenggara H.M.Salim Fahkry, pada Senin (02/11/2020), di Desa Kuta Galuh, Kecamatan Lawe Bulan, tempat kediaman Ustad Zaid Maulana.
Selain paket Umroh, ada juga bantuan uang tunai untuk pengobatan Ustad Zaid.
Diketuhui, Ustad Zaid merupakan korban penusukan pada kamis malam (29/09/2020), di Desa Kandang Mbelang, Kecamatan Lawe Bulan, saat itu beliau sedang memberikan ceramah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Husna, tiba-tiba pelaku masuk dari jendela belakang Masjid, dan pelaku langsung menusuk Ustad Zaid.
Akibat kejadian itu, Ustad Zaid menggalami luka robek di jari kelingking lengan sebelah kiri.
Namun, Rasa prihatin Ketum Partai Golkar menyerahkan paket Umroh dan bantuan Uang Tunai, dan diserahkan langsung oleh Ketua DPD-II Golkar H.M.Salim Fakhry, juga beliau anggota DPR RI asal aceh, dan didampingi Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, dan seluruh Anggota Fraksi Golkar beserta Seluruh Penggurus DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara.
Sementara, Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto melalui Ketua DPD-II Golkar Agara Salim Fakhry, mengatakan, bahwa Ketua umum Partai Golkar rasa Prihatin yang sebesar-besarnya, baik atas nama Pribadi maupun atas Partai Golkar, dengan kejadian yang menimpa ustad Zaid.
“Saya berharap kepada Ustad zaid, agar tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini, dan tetap selalu semangat dalam menyiarkan Syiar Islam di Bumi Sepekat Segenap Aceh Tenggara ini,” harapnya.
Ustad Zaid Maulana berterima kasih kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga atas kepedulian terhadap dirinya, yang memberikan kepada dirinya paket umroh, namun Ustad Zaid mohon izin bahwa dia akan menyerahkan paket umroh itu kepada ibu kandungnya.
“Lebih baik ibu saya yang berangkat Umroh, saya juga sudah ikut merasakannya,” ucapnya.
Ustad Zaid juga berpesan, kepada pengurus Golkar, Jangan tinggalkan dirinya sendiri dalam mengemban musibah ini, dan harapannya mudah-mudahan pelaku dapat bertaubat atas kejadian ini.
“Saya berjanji, setelah sembuh nanti, berniat akan menjumpai pelaku dan memaafkannya, saat ini pelaku harus mempertanggung jawabkannya perbutanya sesuai dengan proses hukum,” ungkap Ustad Zaid. (Basri)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan