SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kota Semarang kembali meraih prestasi di bidang lingkungan hidup dengan dianugerahkannya Penghargaan Sekolah Adiwiyata oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Pada Rabu, 2 Oktober 2024, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, menyerahkan penghargaan tersebut kepada tiga sekolah di Kota Semarang.

SMP Negeri 31 dan SMA Negeri 4 Semarang berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, sementara SD Islam Al Azhar 14 Semarang memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah-sekolah yang secara konsisten menjalankan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang dikenal dengan sapaan Mbak Ita, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menyatakan, “Kami bersyukur sekaligus bangga atas prestasi ini. Terima kasih kepada sekolah-sekolah yang secara aktif mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan. Saya berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.”

Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, telah memberikan pendampingan intensif kepada sekolah-sekolah peraih penghargaan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kota untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan nyaman.

Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional diberikan kepada sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Provinsi selama setidaknya 12 bulan, dengan nilai minimal 90%. Adapun predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri hanya diberikan kepada sekolah yang sudah meraih Adiwiyata Nasional minimal selama 12 bulan, dengan nilai penilaian 95% ke atas, dan yang mampu membina setidaknya dua sekolah lain.

Penilaian dilakukan berdasarkan penerapan program GPBLHS yang berkelanjutan. Aspek-aspek yang dinilai mencakup perilaku ramah lingkungan, kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air dan energi, serta pemberdayaan kader Adiwiyata. Kegiatan ini diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.

Ke depan, Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus mengedepankan pendampingan dan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah, memastikan program berkelanjutan untuk menjaga lingkungan tetap asri dan hijau.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.