SEMARANG, Berita Merdeka Online Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Salah satu bentuk dukungan tersebut ditunjukkan dalam kegiatan pembinaan yang digelar di SD Rejosari 1, Kecamatan Semarang Timur, pada Rabu pagi (23/4).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) dan turut melibatkan tokoh legislatif Kota Semarang sebagai pembicara utama.

Hadir di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, S.M.B., M.M., serta anggota Komisi D DPRD, Siti Roika, S.Pd., dan Maftukah Wiwin Subiyono, S.H., M.H.

Acara tersebut juga dihadiri puluhan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah kecamatan yang selama ini aktif mendukung penguatan PAUD.

Dalam sambutannya, Dyah menegaskan bahwa perhatian pemerintah kota terhadap pendidikan anak usia dini sangat tinggi.

Menurutnya, investasi pada generasi penerus harus dimulai sejak dini, baik dari sisi pendidikan maupun pembentukan karakter.

“Pemkot terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini. Mereka adalah calon pemimpin masa depan,” ungkap Dyah.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas penunjang bagi PAUD, termasuk kebutuhan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

“Kami ingin peserta kegiatan ini membawa semangat baru dalam memajukan PAUD di lingkungannya masing-masing. Pemenuhan kebutuhan dasar anak dari segi sarana, pembelajaran berjenjang, hingga karakter harus diutamakan,” tambahnya.

Dina Amalia, salah satu peserta memberikan masukan dalam kegiatan tersebut

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Subkoordinator Penilaian PAUD dan PNF, Drs. Rifki Nugroho, S.Pd., M.Kom., yang menyebut bahwa dukungan terhadap PAUD tak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, melainkan memerlukan sinergi semua pihak.

“Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci. Kehadiran para tokoh masyarakat hari ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kota Semarang,” ujarnya.

Menariknya, dalam sesi dialog, salah satu peserta, Dina Amalia dari Pos PAUD Kusuma (Semarang Tengah), mengangkat isu regulasi digital anak.

Ia menyoroti perlunya aturan jelas mengenai usia anak yang diperbolehkan menggunakan media sosial dan perangkat digital.

“Dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan anak sangat signifikan. Kami berharap rancangan regulasi yang tengah dibahas dapat segera diimplementasikan demi perlindungan dan pembentukan karakter anak sejak dini,” kata Dina.

Kegiatan ini mencerminkan kepedulian bersama antara pemerintah, legislatif, dan elemen masyarakat terhadap kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Semarang.

Sinergi ini diharapkan terus menguat demi menciptakan generasi yang unggul di masa mendatang. (lim)