Jembatan Nago Baraliah atau Jembatan Gantuang Penghubung Korong Pondok Kayu – Korong Durian Siamih, kini tampil semakin cantik, kokoh dan penuh warna setelah dibenahi kembali oleh TNI.

Padang Sago, Kabupaten Padang, Berita Merdeka Online, Ada kebanggaan baru bagi masyarakat Nagari Batu Kalang Utara, Kecamatan VII Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman.  Jembatan Gantung yang menjadi ikon nagari tersebut, yaitu Jembatan Nago Baraliah atau Jembatan Gantuang Penghubung Korong Pondok Kayu – Korong Durian Siamih, kini tampil semakin cantik, kokoh dan penuh warna setelah dibenahi kembali oleh TNI.

Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian dan pendidikan masyarakat tersebut, baru-baru ini ditinjau langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M.

Yang terjadi adalah peninjauan langsung dan peresmian hasil pembenahan Jembatan Gantung Nago Baraliah. Jembatan gantung yang sebelumnya sudah ada, kini telah dipercantik dengan pengecatan warna merah putih yang gagah, lantai yang dicat hijau, dan pemasangan spanduk bertuliskan NEGARA HADIR UNTUK RAKYAT”. Jembatan ini bukan jembatan biasa, tapi menjadi ikon dan kebanggaan Nagari Batu Kalang Utara. Jembatan ini menghubungkan dua korong vital, yaitu Korong Pondok Kayu dan Korong Durian Siamih yang terpisah oleh Sungai Batang Mangoi / Batang Ulakan.

Yang terlibat dan meninjau langsung adalah Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M. Beliau adalah Panglima Kodam XX Tuanku Imam Bonjol yang baru diresmikan Presiden Prabowo pada 10 Agustus 2025 dan membawahi wilayah Sumatera Barat dan Jambi. Turut mendampingi Danrem 032/Wirabraja, Dandim 0308/Pariaman, Forkopimca VII Koto Padang Sago, Wali Nagari Batu Kalang Utara, Wali Nagari Batu Kalang, serta masyarakat Korong Pondok Kayu dan Korong Durian yang sangat antusias menyambut kedatangan jenderal bintang dua tersebut.

Peninjauan Jembatan Nago Baraliah ini dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026. Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Pangdam XX/TIB untuk melihat langsung hasil pembangunan 134 titik jembatan yang dibangun oleh Kodam XX/TIB di seluruh Sumbar dan Jambi, termasuk Jembatan Batang Mangoi/Nago Baraliah ini. Kegiatan serap aspirasi masyarakat pada Senin 28-09-2026 kemarin juga masih dalam rangka perawatan jembatan tersebut.

Lokasinya berada di Nagari Batu Kalang Utara, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Secara spesifik, jembatan ini berada di atas Sungai Batang Mangoi, menghubungkan Korong Pondok Kayu dengan Korong Durian. Jika dunsanak dari arah Padang, bisa menempuh perjalanan sekitar 55 menit menuju Padang Sago — Simpang Perabot/By. Uniang lanjut 4 menit, akan menemukan jembatan gantung dengan warna merah putih yang mencolok ini.

Mengapa jembatan ini sangat penting dan menjadi ikon? Karena ada 3 alasan utama:

1. Memangkas Jarak 5 Kilometer: Sebelum ada jembatan gantung ini, warga Korong Durian Siamih harus memutar sejauh 5 KM untuk bisa ke Korong Pondok Kayu. Kini hanya butuh 2 menit jalan kaki.

2. Akses Pendidikan: Jembatan ini adalah akses utama bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah, yaitu SD Negeri 10 Padang Sago di Batu Kalang. Tanpa jembatan ini, anak-anak harus menyeberangi sungai yang berbahaya saat musim hujan.

3. Ekonomi Masyarakat: Jembatan ini menjadi akses utama petani untuk membawa hasil bumi seperti pinang, coklat, dan padi dari kebun ke rumah dan ke pasar.

Oleh karena itu, Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada menegaskan, pembangunan jembatan bukan hanya soal fisik, tapi soal meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih dekat dan mudah. Anak-anak dapat lebih mudah pergi ke sekolah dan masyarakat juga lebih lancar membawa hasil bumi. Kita berharap semakin baiknya akses ini dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat,” kata Pangdam Arief Gajah Mada saat meninjau Jembatan Batang Mangoi / Nago Baraliah tersebut.

Bagaimana kondisi Jembatan Nago Baraliah sekarang? Setelah dibenahi oleh Kodam XX/TIB, kondisinya sangat cantik, kokoh dan Instagramable. Tiang penyangga dicat merah putih melambangkan bendera Indonesia, lantainya dicat hijau, dan dilengkapi dengan bendera merah putih yang berkibar di atasnya. Jembatan yang memiliki panjang sekitar 60 meter ini mampu dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor.

Pembenahan jembatan ini merupakan bagian dari program besar Kodam XX/TIB yang telah membangun 134 titik jembatan (Bailey, Armco, Beton dan Perintis) dan 221 unit sumur bor dan MCK untuk masyarakat Sumbar-Jambi.

Kini, Pemerintah Nagari Batu Kalang Utara mengajak seluruh dunsanak, baik yang di rantau maupun yang di kampung, untuk datang melihat langsung keindahan Jembatan Gantung Nago Baraliah.

“Mari dunsanak-dunsanak datang ke Batu Kalang Utara. Lihat langsung Jembatan Gantuang Nago Baraliah kami yang kini semakin cantik. Selain bisa berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan sawah dan Gunung Marapi, dunsanak juga bisa merasakan langsung bagaimana Negara Hadir Untuk Rakyat melalui jembatan ini. Jembatan ini adalah bukti TNI Manunggal dengan Rakyat,” ujar Wali Nagari Batu Kalang Utara dengan penuh bangga.

Dengan keindahan alam Batu Kalang Utara yang masih asri, hamparan pohon pinang yang tinggi menjulang, serta keramahan masyarakatnya, Jembatan Nago Baraliah kini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan penyeberangan, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Padang Pariaman. (KN).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.