Aceh Utara, Beritamerdekaonline.com – Warga Desa Leubok Pusaka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara mengeluhkan kondisi pipa yang mengaliri minyak dan gas milik PHE NSB. Pipa berdiameter lebih kurang 9 inchi tersebut dalam kondisi “telanjang” atau tidak tertutup di sisi badan jalan lintasan yang dilalui masyarakat dan anak anak menuju balai pengajian. Jumat(3/7/2020)
Kondisi ini dinilai membahayakan warga, karena pipa tersebut berada persis di sisi badan jalan umum yang saban hari dilalui masyarakat.
Amatan media ini di lokasi, Sabtu (28/6) pipa yang mengaliri gas dan minyak tidak lagi tertimbun tanah. Kondisi demikian disebut karena digerus air hingga 6 meter pipa dalam kondisi telanjang.
Pipa tersebut juga dalam kondisi panas tanda dialiri migas.
“Penyebabnya karena hujan lebat dan longsor, termasuk merusak lening penahan tebing sungai” kata Geuchik Leubok Pusaka, Sulaiman didampingi Kadus Simpang Lima Dicky Supriadi.
Menurut mereka, kejadian amblasnya tanah di lokasi tersebut sudah terjadi sejak setahun lalu. Pihaknya pun sudah beberapa kali menghubungi manajemen PHE NSB agar memperbaiki kembali kondisi pipa tersebut.
“Sudah kami laporkan sejak bulan dua tahun 2019 lalu. Sudah lebih setahun kondisi pipa ini begini. Kami sudah sampaikan ke PHE melalui Pak Armia. Tapi tidak ada respon sampai sekarang” kata Geuchik Leubok Pusaka.
Ia berharap pihak manajemen pengelola migas di lokasi tersebut agar bertanggung jawab atas kondisi dimaksud.
“Ini sangat membahayakan. Jika bocor bagaimana? Kan masyarakat kami yang akan menjadi korban. Kami berharap manajemen memperbaiki kondisi pipa tersebut” kata Sulaiman. (Zulkifli)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan