Banda Aceh, beritamerdekaonline.com – Direktur Utama PT PIM, Yanuar Budinorman mengharapkan rekomendasi dari Gubernur Aceh agar dapat mengusulkan impor gas kepada Pemerintah Pusat.

“Karena selama ini, PT PIM mengalami kekurangan stok gas dalam memproduksi pupuk, sehingga kita berharap rekom dari Pak Gubernur Nova agar dapat mengusulkan impor gas,”ujar Yanuar saat melakukan berkunjung ke Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (4/5).

Dalam rilsh yang dikirimkan ke redaksi rabu (5/5/2021), Direktur Utama PT PIM, Yanuar Budinorman mengatakan, PT Medco dan Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai pemasok juga tidak mampu memenuhi kebutuhan gas yang diminta PT PIM.

Dikatakannya, jika mengharapkan gas dari Bontang harganya mahal sekali dan mempengaruhi pada peningkatan harga penjualan pupuk, sehingga masyarakat tidak mampu membelinya. 

“Untuk itu, kami berusaha mencari sumber pasokan gas lain dari impor. Sehingga nantinya harga gas yang diimpor harus lebih murah dari pada gas lokal,”jelas dia.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga akan menggandeng PT Pembangunan Aceh (PEMA) menjadi perusahaan yang akan mendistribusikan penjualan pupuk non subsidi. “Nantinya distributor akan menjalin kerjasama dengan Kepala Dinas terkait di kabupaten/kota dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk menyalurkan penjualan pupuk tersebut”.

Dalam kesempatan tersebut, Yanuar juga menyatakan komitmen PT PIM untuk membantu pemerintah dalam mengambangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Menjawab permintaan pihak PT PIM itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyatakan siap mendukung dan memudahkan usaha yang dijalankan perusahaan tersebut. Apalagi jika tujuannya agar harga pupuk yang dijual dapat dijangkau masyarakat.

Nova juga mengapresiasi PT PIM yang memilih PT PEMA sebagai perusahaan yang akan mendistribusikan penjualan pupuk mereka. Ia berharap melalui kerja sama tersebut, perusahaan milik Pemerintah Aceh itu dapat mandiri. (zulkifli)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.