WONOGIRI, Beritamerdekaonline.com – Peristiwa kalap atau orang tenggelam terseret air banjir masih menjadi pembicara warga Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Minggu (1/11/2020). Satu orang selamat, satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan seorang lagi masih dalam pencarian.

Diketahui, ketiga orang itu satu keluarga dan merupakan ibu dan anak kandung. Ketiganya bernama Harni, (37) dan dua anaknya yaitu, Bima (5,5) dan Tiyas, (4). Tiyas berhasil di selamatkan, sedangkan kakaknya bernama Bima ditemukan Minggu sekitar jam 06.00 WIB, sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara, Harni ibundanya hingga berita ini ditulis belum ditemukan. Mereka warga Dusun Gondanglegi, Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.

Tim gabungan dalam pencarian korban terdiri atas anggota SAR, TNI, Polri, PMI Wonogiri, SAR MTA, pegawai kecamatan Girimarto dan warga Gondanglegi. Ketua Operasi SAR Wonogiri, Wisnu, menyatakan korban Bima, 5,5, ditemukan berjarak satu kilometer dari lokasi penyeberangan.

“Ibu korban [Harni] belum ditemukan. Anggota tim operasi masih melakukan penyisiran hingga radius lima kilometer dari lokasi kejadian,” kata Wisnu.

Lebih lanjut Wisnu mengatakan, saat kejadian air sungai dalam kondisi banjir. Korban mau kembali ke rumah setelah bekerja di sawah.

“Kejadian ini terjadi pada Sabtu kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Ibu korban [Harni] melangsir [menyeberangkan satu-satu] anaknya. Kali pertama anak kecil berusia empat tahun. Sesampai di seberang anak ditinggal dan Bu Harni kembali menjemput anaknya yang agak besar. Saat menyeberang itu, air deras dan keduanya hilang. Beruntung anak kecil usia empat tahun itu pulang ke rumah sendiri dan tahu jalan ke rumah,” jelasnya.

Padahal, lanjutnya, lokasi penyeberangan jauh dari permukiman dan hujan deras. “Tim SAR masih melakukan pencarian korban, hingga sekarang,” pungkas Wisnu. (Trianto Hery Suryono)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.